KABUPATEN BANDUNG – Konsolidasi besar yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Bandung menjadi sorotan. Sebanyak 36 ribu kader yang tersebar hingga tingkat desa menyatakan solid dan siap mengantarkan partai meraih target 25 kursi DPRD Kabupaten Bandung pada Pemilu 2029.Deklarasi soliditas itu mengemuka dalam agenda Silaturahim Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Kecamatan Solokan Jeruk, Rabu (4/3/2026).
Ribuan kader hadir bersama Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, anggota DPR RI Fraksi PKB Asep Romy Romaya, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Dadang Supriatna, Ketua DPRD dari Fraksi PKB Hj.Renie Rahayu Fauzi, serta jajaran anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung.
Momentum tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan konsolidasi politik strategis menjelang kontestasi 2029.
Soliditas sebagai Modal Utama
Dalam sambutannya, Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa kekuatan utama PKB terletak pada militansi dan loyalitas kader di akar rumput.
“PKB harus menjadi pelayan rakyat yang sesungguhnya. Kita hadir bukan untuk beretorika, tetapi untuk bekerja dan memberikan solusi nyata,” tegasnya.
Keberadaan 36 ribu kader aktif hingga tingkat desa dinilai sebagai fondasi organisasi yang kokoh. Struktur yang terorganisir rapi menjadi modal sosial penting untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif secara signifikan pada 2029.
Warisan Nilai NU dan Jejak Gus Dur
Sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), PKB menegaskan komitmennya menjaga akar ideologis dan historis. Mengikuti jejak Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, PKB konsisten mengusung Islam moderat, nilai kebangsaan, serta keberpihakan kepada rakyat kecil.
Ikatan historis dengan NU menjadi fondasi moral sekaligus pembeda dalam peta politik nasional.
Adaptif di Era Digital dan Tantangan Global
Di tengah derasnya arus teknologi informasi dan dinamika politik global, kader PKB dituntut adaptif. Era digital dipandang bukan hanya sebagai ruang kontestasi politik, tetapi juga sebagai ruang dakwah dan pengabdian.
Media sosial harus dimanfaatkan secara santun, edukatif, serta mampu menjembatani aspirasi masyarakat secara langsung.
Pendekatan ini dinilai penting agar partai tetap relevan di tengah perubahan zaman yang cepat.
Selain itu, persaingan global yang berdampak pada ekonomi dan stabilitas nasional menjadi perhatian serius. Soliditas internal dan fokus pada program prioritas disebut sebagai kunci menjaga kepercayaan publik.
Target 25 Kursi: Strategi Perluasan Pengabdian
Di tingkat lokal, target 25 kursi DPRD Kabupaten Bandung ditegaskan bukan sekadar ambisi elektoral. Dadang Supriatna menyebutnya sebagai bagian dari strategi memperluas ruang kemanfaatan bagi masyarakat.
“Politik bagi PKB adalah politik kerja.
Hadir di tengah warga, mendengar keluhan, dan menghadirkan solusi nyata,” ujarnya.
PKB juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah, memperkuat pembangunan infrastruktur, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan bekerja maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
Fokus Pendidikan dan Penguatan Moral
Pada sektor layanan dasar, pendidikan menjadi prioritas utama.
PKB menegaskan tidak boleh ada hambatan terhadap hak anak-anak Kabupaten Bandung untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Selain itu, perhatian terhadap sekitar 13 ribu guru ngaji menjadi bagian dari komitmen memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat. Langkah ini dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang.
Dengan soliditas 36 ribu kader dan konsolidasi yang semakin masif, PKB Kabupaten Bandung mengirimkan pesan kuat bahwa kekuatan politik besar selalu bertumpu pada kerja nyata di akar rumput.
Menuju 2029, pertarungan bukan hanya soal angka kursi, melainkan tentang konsistensi kerja dan kepercayaan rakyat.




