ACEH SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) dalam rangka mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan yang berlangsung melalui konferensi video dari Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (2/10/2026), ini menegaskan komitmen daerah untuk tidak hanya memulihkan kerusakan, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang melalui pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terpadu.
Rakor dipimpin oleh Sekretaris pada Sekretariat Tim Pelaksana Satgas, Tomsi Tohir, dan dihadiri jajaran strategis lintas kementerian serta pemerintah daerah tiga provinsi. Dari Pemkab Aceh Singkil, rapat diikuti oleh Asisten II Faisal, S.Pd., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surkani, SE., Kepala Pelaksana BPBD Al Husni, SH., Kabag Administrasi Pembangunan Syahrial, ST., M.T., M.Sc., serta Kabid PUPR Asmi Darna, ST. Kehadiran unsur Forkopimda teknis ini mencerminkan keseriusan daerah dalam menerjemahkan kebijakan nasional menjadi aksi nyata di lapangan.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menekankan pergeseran paradigma penanganan bencana dari sekadar responsif menjadi preventif. Ia menegaskan bahwa rehabilitasi fisik harus berjalan beriringan dengan mitigasi risiko yang terukur.
“Kita tidak hanya berbicara mengenai pemulihan setelah bencana terjadi, tetapi bagaimana membangun sistem mitigasi yang mampu mengurangi dampak ke depan. Pengelolaan DAS harus dilakukan secara terpadu dari hulu sampai hilir, melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Tomsi.
Ia juga menginstruksikan agar setiap hasil koordinasi segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, termasuk pemetaan kawasan rawan, normalisasi infrastruktur, dan pengendalian kerusakan lingkungan berbasis data akurat.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala DLH Aceh Singkil Surkani, SE., menyatakan bahwa substansi rakor sangat relevan dengan kondisi geografis Aceh Singkil yang memiliki kerentanan hidrometeorologi tinggi. Menurutnya, pendekatan parsial dalam pengelolaan lingkungan sudah tidak lagi memadai.
“Pengelolaan DAS tidak bisa dilihat secara terpisah. Kondisi di hulu akan langsung berdampak ke hilir. Karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor untuk menjaga tutupan lahan dan mengendalikan kerusakan lingkungan. Penanganan bencana di Aceh Singkil harus bergeser dari responsif menjadi preventif, berbasis data, dan memperhatikan karakteristik wilayah,” jelas Surkani.
Melalui partisipasi aktif dalam Rakor Satgas Nasional ini, Pemkab Aceh Singkil memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah tetangga. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi pascabencana sekaligus menciptakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, sehingga masyarakat Aceh Singkil dapat hidup lebih aman dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.(*)
Sumber: (Diskominfo Aceh Singkil)




