Sumut Globalinvestigasi news.com 13/2/2026.
Minyak Makan sebagai bahan utama Masyarakat untuk menggoreng dan menyayur bagi pemasak, khususnya para Ibu ibu menggoreng dan menyayur di dapur minyak makan sebagai bahan utamanya. Namun terkait dengan minyak makan jenis jelantah atau yang di sebut minyak makan bekas pakai itu, saat ini menjadi pertanyaan masyarakat terkait dengan cara penjernihaanya seperti apa?
Dan saat ini ada hembusan angin tak sedap datang mengenai proses penjernian minyak makan bekas pakai(Jelantah) itu. Padahal minyak makan bekas pakai(Jelantah) tersebut sudah menjadi ajang bisnis bagi pengepul untuk di jual kembali kepada masyarakat luas.
Terkait dengan minyak bekas pakai (Jelantah) tersebut cara penjerniannya kembali, di duga memakai bahan berbahaya yang tidak layak untuk dikonsumsi,karena di duga memakai sabun jenis Batangan.Hal tersebut di utarakan oleh salah satu warga berinisial IN (61) warga Desa Panombean,Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai,Propinsi Sumut kepada awak media Online Globalinvestigasi News pada Rabu 11/2/2026 di Desanya
IN menjelaskan bahwa dirinya mengetahui minyak makan bekas(Jelantah) tersebut cara menjernihkannya lagi memakai Sabun Jenis Batangan dari anaknya yang bekerja di Kota Medan.
“Saya di beri tahu oleh anak saya yang berada di medan,agar jangan membelik minyak curah yang ada endapannya mengental di bawah,karna di sanksikan minyak makan tersebut oplosan atau minyak bekas pakai(Jelantah) yang di jernihkan lagi melalui proses yang memakai jenis Sabun Batangan.” Ungkapnya kepada awak media.
Lebih lanjut IN mengatakan bahwa anaknya tersebut mengetahuinya sendiri dalam proses penjernian minyak makan bekas pakai (Jelantah) itu di pekerjaannya.
” Kebetulan anak saya bekerja di gudang itu maka tau prosesnya.Jadi tujuan anak saya mungking takut kalau Orang Tuanya membelik minyak yang disaksikan itu. Jadi sekarang saya takut membelik minyak makan yang seperti di katakan anak saya itu.” Tutup IN kepada awak media Global.
Menguatkan,bahwa minyak bekas pakai atau Jelantah tersebut menjadi incaran para pengepul yang berlom lomba dengan mengiming imingi harga tinggi di setiap pembeliannya. Dengan target di duga seperti Dapur Dapur MBG yang sudah aktip beroperasi.
Dengan demikian,terkait penjernian minyak makan bekas pakai (Jelantah) tersebut yang di duga tidak wajar,Masyarakat mendorong agar pihak pihak yang terkait dengan itu.untuk bertidak tegas kepada oknum oknum yang sipatnya berusaha,tetapi tidak memikirkan Epek untuk kesehatan orang lain.(BR)




