Pulang Pisau – Global Investigasi News,Kesabaran warga Perumahan Permai Rey 2 akhirnya habis. Sudah berbulan-bulan mereka harus bertahan dengan aliran air PDAM yang tidak layak, kecil, dan kerap tidak mengalir sama sekali.
Kondisi ini memicu kemarahan warga. Keluhan demi keluhan dilayangkan, namun hingga kini tak kunjung mendapat respons berarti dari pihak terkait.
“Ini bukan lagi air bersih, ini seperti air kencing! Kecil sekali, tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Warga menilai, pelayanan PDAM Pulang Pisau sangat mengecewakan. Di tengah kebutuhan air yang sangat vital, mereka justru dipaksa berjuang sendiri memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, hingga memasak.
Lebih parah lagi, warga mengaku persoalan ini sudah berlangsung lama tanpa solusi konkret. Tidak ada perbaikan signifikan, tidak ada kejelasan, dan terkesan dibiarkan begitu saja.
“Sudah terlalu lama. Kami capek mengeluh. Tidak ada tindakan nyata,” kata warga lainnya.
Sorotan tajam kini diarahkan kepada pemerintah daerah. Warga mendesak Bupati Pulang Pisau, Achmad Rifa’i, untuk segera turun tangan dan tidak tinggal diam melihat kondisi ini.
Mereka bahkan menilai pemerintah terkesan “tutup mata” terhadap penderitaan masyarakatnya sendiri.
“Ini kebutuhan dasar, bukan hal sepele. Kalau terus dibiarkan, ini jelas bentuk kelalaian,” tegas warga.
Warga berharap ada langkah cepat dan tegas dari pemerintah maupun PDAM Pulang Pisau untuk segera memperbaiki kondisi ini sebelum kemarahan masyarakat semakin meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Pulang Pisau belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan maupun rencana penanganannya.(Romi)




