TERANG-TERANGAN TANTANG APARAT, PELAKU DIDUGA TAMBANG ILEGAL DI BUNGKU: “YANG BISA MENANGKAP SAYA CUMA MALAIKAT”
Jambi, 28 Februari 2026 – Global Investigasi News
Aktivitas tambang ilegal (illegal drilling) di wilayah Bungku, Sungai Bahar, Kabupaten Batang Hari, Jambi, kembali menjadi sorotan. Seorang pelaku yang diduga terlibat dalam kegiatan tersebut bahkan secara terang-terangan menyampaikan pernyataan menantang aparat penegak hukum.
Berdasarkan keterangan yang diterima, pelaku berinisial DN diduga dengan lantang mengatakan, “yang bisa menangkap saya cuma malaikat, sampaikan itu kepada kawanmu,” kepada wartawan melalui narasumber di lapangan.
Tim Global Investigasi News yang melakukan penelusuran selama sepekan di lokasi mengaku menemukan sejumlah fakta yang cukup mencengangkan. Mulai dari keberadaan armada pengangkut, jaringan pengepul, hingga pihak-pihak yang diduga sebagai pemilik aktivitas tambang ilegal tersebut.
Ironisnya, lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas illegal drilling itu disebut tidak terlalu jauh dari pemukiman warga dan dapat dijangkau kendaraan roda empat. Bahkan, jaraknya diperkirakan hanya beberapa jam perjalanan dari Mapolda Jambi.
Situasi di lapangan juga diwarnai insiden kekerasan terhadap jurnalis. Sebelumnya, dua wartawan, Wan Subur dan Solihin, dilaporkan mengalami pengeroyokan saat menjalankan tugas peliputan di Unit 15 Sungai Bahar. Dugaan pelaku berasal dari sopir armada serta oknum warga setempat, yang mengakibatkan korban mengalami luka.
Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa aktivitas ilegal akan terus berlangsung apabila tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah.
Selain itu, beredar pula dugaan keterlibatan oknum tertentu dalam aktivitas tersebut. Meski demikian, informasi ini masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Di sisi lain, masih terdapat aparat yang dinilai tetap berkomitmen menjalankan tugas sesuai aturan dan perundang-undangan.
Sebagai bentuk kontrol sosial, media mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera melakukan penertiban dan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal yang merugikan negara dan berpotensi merusak lingkungan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.
(Tim Investigasi Global Investigasi News)




