Kabupaten Bandung — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Saeful Bachri menggelar kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan kecamatan yang dirangkaikan dengan pelatihan keterampilan make up artist (MUA) bagi kaum perempuan dan generasi muda di Kabupaten Bandung.
Kegiatan berlangsung di Gedung Graha Macan Baleendah, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung, di antaranya Baleendah, Dayeuhkolot, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Soreang, Pameungpeuk, Arjasari, Pangalengan hingga Kertasari.
Panitia menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti pelatihan tata rias yang dinilai memiliki peluang besar di sektor ekonomi kreatif.
Turut hadir memberikan motivasi, anggota DPR RI Fraksi Demokrat Komisi II, Dede Yusuf Macan Effendi yang mendorong masyarakat, khususnya kaum ibu di tingkat desa, agar mampu membangun usaha mandiri melalui keterampilan tata rias atau make up artist.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif di Jawa Barat terus menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Bidang usaha berbasis jasa kecantikan dan tata rias dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama oleh perempuan dan generasi muda yang ingin memulai usaha mandiri.
Saeful Bachri menilai pelatihan seperti ini penting sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat agar memiliki keterampilan praktis yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga.
Melalui keahlian tata rias, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh kemampuan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru di lingkungan masing-masing.
“Melalui keterampilan make up artist, ibu-ibu dan anak muda diharapkan bisa lebih mandiri secara ekonomi, bahkan membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat desa,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan tata rias ini mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Barat bersama Partai Demokrat sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif berbasis keterampilan.
Pada sesi praktik, peserta dibekali teknik tata rias dengan konsep natural beauty make up yang saat ini banyak diminati masyarakat.
Profesi make up artist dinilai memiliki prospek menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan jasa tata rias untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara keluarga hingga kebutuhan konten media sosial.
Hadir pula instruktur tata rias, Indira Dewi yang memberikan materi sekaligus praktik langsung kepada peserta.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bersama komunitas dan organisasi profesi tata rias, termasuk Perhimpunan Make Up Artist Indonesia.
Para peserta berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak perempuan dan generasi muda memiliki keterampilan, mandiri secara ekonomi, serta mampu menciptakan peluang usaha di daerahnya masing-masing.





