Globalinvestigasinews.com – Tanpa disadari banyak WNA asal Negeri Tirai Bambu yang terbilang aktif ikut menggarap hasil bumi berupa emas di Distrik Wapoga Kabupaten Waropen hingga detik ini. Belum dapat dipastikan jumlah WNA asal China yang terlibat aktivitas tambang emas tanpa izin/Peti dilokasi bersama para penambang lokal, tetapi dari informasi yang diperoleh ada warga negara asing. Berarti dapat disimpulkan bahwa kedatangan WNA dilokasi pendulangan bukan kebetulan tetapi ada semacam kerjasama yang terselubung antara elit penguasa dan pebisnis, untuk itu tindakan hukum perlu diambil segera.
Dari pantauan media, tidak satu perusahan tidak juga nampak adanya aktivitas dulang tradisional yang terlihat. Hal ini mengundang kekuatiran luas ditengah masyarakat Papua khususnya masyarakat terdampak, sebab banyak perusahaan dengan sejumlah alat berat yang tak terhitung jumlahnya dapat memicu krisis lingkungan dan sosial yang serius. Dimana dampaknya mencangkup kerusakan ekosistem hutan, pencemaran air warga hingga kerugian ekonomi masyarakat lokal.
Aktivis sekaligus Ketua LSM WGAB Papua, Yerri Basri Mak,SH.,MH kepada globalinvestigasinews.com, Senin (18/5/26) mendesak Kementerian Kehutanan dan Kementerian ESDM serta Satgas Tambang Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk segera datang ke lokasi dimaksud guna menghentikan segala bentuk eksploitasi masif yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Baginya proses pembiaran pemerintah dan hukum yang tidur menjadi faktor utama kehancuran alam Papua seperti yang terjadi di Wapoga Kabupaten Waropen Provinsi Papua.
Yeri menyerukan agar tim tambang yang dibentuk Prabowo dapat bekerja semaksimal mungkin, ia juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Satgas Tambang (PKH) yang telah melakukan penertiban disalah satu lokasi tambang di Nabire Papua Tengah dimana dalam penggerebekan tersebut terdapat Tujuh WNA yang ikut terlibat berhasil diamankan petugas.
” Kami harapkan Satgas Tambang tidak berhenti di Nabire saja. Setelah kalian melakukan penertiban dan penggerebekan di lokasi tambang di Nabire Papua Tengah, tolong datang ke lokasi tambang emas di Waropen di Distrik Wapoga. Disana terdapat aktivitas pendulangan mas dengan memakai alat berat berjenis Eksavator, ada lagi Dompeng dan Merkuri yang digunakan. Kegiatan penambangan ilegal ini dikabarkan tidak saja pengusaha lokal tetapi ada WNA asal China yang ikut bermain. Ini tidak boleh dibiarkan, Satgas Tambang harus segera bereskan,” pinta Aktivis Yerri.
Ia mengingatkan kalau suara anak negeri sedang menjerit melihat hasil bumi, hutan dan semua kekayaan alam mereka dibabat dan digunduli habis oleh tangan-tangan pengusaha serakah yang hanya mengejar keuntungan semata tanpa memikirkan keberlanjutan hidup anak cucu warga pemilik hak hulayat dan bahaya erosi serta ekosistem hutan yang semakin hancur tanpa di sadari, maka untuk mengatasi itu Negara lewat Satgas Tambang (PKH) dan semua Stakeholder hukum harus hadir bertindak secepatnya.
(Nando)





