NTTBBKSDA,GlobalinvestigasiNews.TV Com
Rombongan BBKSDA NTT ikutiprogram in Flores, Studi Tiru Guna memperkaya wawasan serta mengembangkan potensi sumber daya alam dan ekonomi daerah, Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan benchmarking atau studi tiru di Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai Elemen antara lain:
-Ibu Ketua Dekranasda Manggarai Timur
-Ibu Ketua Dekranasda Kabupaten Ngada
Serta urusan lain dari berbagai daera dalam hal ini Para Toko ada (Dor) dari Kecamatan Riung Desa Sambi Nasi Dor Damu, dari Desa Sabi Nasi Barat (Dor) Marotauk serta para Pemuda toko Perempuan dari Marotauk damu Ruki
Juga Salah Satau sosok seorang Toko Perempuan (Guru) SMK Muhammadiyah Manggarai Timur dalam Hal ini Siti Zulaiha, S.Com
- Siti Zulaiha, S.Com Guru SMK Muhammadiyah Manggarai Timur
- Dra. Theresia Wisang, Istri Bupati Manggarai Timur
- Ibu Blandina Mamo Bena, Istri Bupati Ngada
Kehadiran ketiga tokoh ini menjadi bukti perhatian serius pemerintah daerah dan dunia pendidikan terhadap pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta pengembangan produk unggulan daerah bernilai ekonomi tinggi.
Selama berada di Kediri, rombongan mendalami berbagai materi utama, mulai dari pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang lestari, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, hingga pengembangan produk unggulan. Selain itu, peserta juga mempelajari secara langsung proses pembuatan tenun ikat khas daerah serta pengolahan dan produksi makanan lokal andalan Kediri mencakup teknik pembuatan, standar kualitas, cara pengemasan menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif dan berdaya saing.
Kegiatan berjalan lancar dengan pendampingan aktif serta diskusi mendalam bersama pengelola KTH setempat, pengrajin, dan pelaku usaha lokal. Para peserta saling bertukar pengalaman, memahami tantangan yang ada, serta solusi yang sudah terbukti berhasil, agar ilmu yang didapat bisa diadaptasi dan diterapkan dengan baik di daerah asal masing-masing sesuai potensi dan kondisi yang ada.
Dalam kesempatan tersebut, Dra. Theresia Wisang menyampaikan harapan besar: “Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Ilmu yang dipelajari tidak hanya untuk kelompok tani, tapi juga bisa masuk ke materi pembelajaran di sekolah. Semoga apa yang kita pelajari di sini bisa diterapkan dengan baik, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat dan alam tetap terjaga kelestariannya.”
Sementara itu, Blandina Mamo Bena juga menambahkan dukungannya: “Studi tiru seperti ini sangat penting agar kita punya referensi dan contoh nyata yang sudah sukses. Harapannya, nanti di Ngada maupun di daerah lain, kita bisa kembangkan usaha berbasis alam dan budaya yang bisa mensejahterakan warga, sekaligus melestarikan warisan leluhur kita.”
Lanjut Siti Zulaiha selaku toko Muda Perempuan Sambi Rampas Pota sekaligus perwakilan dari dunia pendidikan menyatakan siap menyebarluaskan ilmu yang ia daatkan. “Materi yang saya dapatkan akan segera saya ajarkan kepada siswa di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, supaya mereka punya keterampilan yang siap pakai dan bisa ikut membangun daerahnya sendiri,” ujarnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan serta lahirnya berbagai inovasi baru. Sehingga pengelolaan hutan, kerajinan tenun ikat, dan makanan lokal di Manggarai Timur maupun Ngada semakin maju, berkualitas, dan mampu bersaing luas.
GINEWS.Com, Saimin, ss





