Ditulis oleh Sukini/Inaq Rio.
Hikmah dibalik gagalnya dari eksekusi, satu persatu kebenaran silsilah keluarga besar kami akan ku Ungkap/Bongkar biar tidak salah paham semua dan jelas siapa yang sebenarnya yang serakah.
Pada saat pelaksanaan eksekusi tgl 13 mei 2026 yg lalu Jumasip mau memukul keluarga sy (Sukini) dikebun, gara gara menanyakan mana alat bukti kepemilikan tanah kebun dan dia merasa tersinggung dan malu di pertanyakan banyak orang, tapi kita anggap kejadian pada saat itu kita anggap angin lalu,juga bukan levelnya dia yang mau di pukul itu.dan juga dia (Jumasip) tidak termasuk ahli waris amaq jinarim.,
BIAR TIDAK SALAH PAHAM DAN BIAR TAHU YANG SEBENARNYA, SILSILAH KELUARGA BESAR KAMI #
Jumasip adalah keluarga jauh, yakni jumasip bin amaq Joman bin amaq sayuw bin Amaq dawek, jumasip ini punya sawah juga warisan dari amaq sayuw seluas 80 are sama dengan amaq jinarim ( amaq sayuw dan amaq jinarim bersaudara),
Amaq sayuw punya anak 2 orang yakni: amaq Joman dan inaq nasum dan amaq sayuw meninggal sebelum merdeka, ( Amak Joman dan inaq nasum belum berumur 5 tahun)dan keduanya dirawat oleh bibiknya inaq resim dan inaq nasam karena inaq sayuw kawin lagi dengan bapak tuan lasih dan lahirlah inaq Nuh yg jadi mertuanya Joman ( semua kebenaran ini diceritakan langsung oleh Almarhumah inaq sukenah,) dan inaq Joman meninggal sekitar tahun 1973 dan amaq Joman menikah dengan ibunya jumasip (inaq jumisah) dan amaq Joman meninggal kalau tidak salah th1984, dan pada th 2002 ketika almarhum asre jadi sekdes, jumasip bikin sertifikat tanah milik amaq sayuw seluas 80 are atas namanya sendiri tanpa diketahui oleh ahli waris inaq nasum dan begitu juga amaq jurit bikin sertifikat tanahnya amaq jinarim seluas 80 are atas namanya sendiri seluas 41 are dan dia kasih jumasip 39 are, dan tidak diketahui oleh saudaranya dan tanda tangan saudaranya diduga dipalsukan karena th 2002 ,3 orang saudaranya Amaq Jurit masih hidup yakni: Inaq sukenah, Inaq jume, Inak Sitih dan Amaq keni dan Inaq Nelim sudah meninggal th 1993 dan th 1995, dan untuk kebun memang semuanya atas nama Amaq Jinarim dan disertifikat oleh Amaq jurit th 2007 ( waktu sertifikat masal ) dan inipun tidak diketahui oleh saudaranya dan obyek yg bersertifikat atas nama Dipati, itu dulu dijual oleh Amaq keni th1969 pada Inaq Joman dan dijual oleh Inaq Jumisah pada Dipati ( amaq kolur) dan ketika eksekusi gagal Agustus 2023 dan gagal lagi Oktober 2024, amaq jurit baru mengetahui bahwa dia tidak punya bagian lagi dikebun karena sudah banyak dia jual dan pada saat itu jumasip rencananya mau jual kebun tapi setelah di cek di BPN , jangankan namanya jumasip,nama bapaknya ( amaq Joman) maupun kakeknya ( amaq sayuw) tidak tertera disana, barulah Amaq jurit dan jumasip menjual dan menebang semua pohon pohon besar dan bambu dikebun dan terakhir ketika pra eksekusi tgl 12 mei 2026 jam 2 siang diruangan ops polres lombok tengah, sy (Sukini) dengar sendiri laporan Kanit Intel ke Kabag ops bahwa akan ada perlawanan sekitar 50 orang bersenjatakan bambu runcing, waktu itu langsung sy jawab, mustahil sekali, yg saya lawan hanya Amaq jurit dan karena laporan itulah maka pengamanan melibatkan hampir -+ 100 orang, dan ternyata diduga yg 50 orang itu adalah keturunan Amaq Joman alias keluarga jumasip semua, dan semua dugaan saya ini adalah bagian dari skenario jaringan mereka untuk menggagalkan dan menunda nunda eksekusi,
Dan perlu diketahui untuk Amaq jurit,biar tidak salah paham anak anaknya dan biar tahu bahwa Amaq jurit ditinggal oleh ibunya ketika belum berumur setahun dan dirawat oleh Almarhumah Inaq Sukenah dan sekitar th 1980 an sesudah Amaq jurit punya anak baru ibu kandungnya sering datang,
Dengan terungkapnya Kebenaran ini, mereka lah yg memaksaku menceritakannya yang sebenarnya,” Tertanda sukini alias inaq rio.





