Kabupaten Bandung — Kepercayaan masyarakat kembali mengantarkan Asep Abdul Majid mencatatkan sejarah dalam pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
Dengan perolehan sekitar 53 persen suara, Asep resmi terpilih kembali sebagai anggota BPD periode 2026–2034, sekaligus menorehkan hatrick tiga periode berturut-turut.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat tingginya kepercayaan masyarakat terhadap figur yang dinilai konsisten mengawal aspirasi warga, aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Proses pemilihan anggota BPD Desa Wangisagara berlangsung demokratis, aman, tertib, dan kondusif.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tingkat desa itu mencerminkan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya peran BPD sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan desa.
Usai dinyatakan terpilih, Asep Abdul Majid menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan masyarakat.
Saat ditemui di kediamannya, Senin (1/6/2026), ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat.
‘Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan Desa Wangisagara,” ujar Asep Abdul Majid.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para kandidat yang belum memperoleh kesempatan terpilih, agar tetap menjaga persatuan dan memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun desa.
Menurutnya, kontestasi demokrasi tidak seharusnya menciptakan sekat di tengah masyarakat, melainkan menjadi momentum mempererat kebersamaan demi kemajuan bersama.
“Saya mengajak semua pihak, termasuk rekan-rekan yang belum terpilih, untuk tetap bersama-sama membangun Desa Wangisagara.
Karena kemajuan desa bukan tugas satu orang, melainkan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Asep menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti pada proses pemungutan suara, tetapi harus diwujudkan melalui komitmen bersama dalam mendukung pembangunan dan program pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah pusat.
“Hak pilih telah dilaksanakan, tetapi pekerjaan besar sesungguhnya adalah bagaimana kita bersama-sama membangun komitmen, menjaga persatuan, dan mendukung program pemerintah desa, daerah, maupun pusat demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga memberikan motivasi kepada para kandidat yang belum berhasil agar tetap optimistis dan terus berkontribusi bagi kemajuan desa.
“Kesempatan akan selalu ada di masa depan. Yang terpenting, semangat pengabdian kepada masyarakat jangan pernah padam. Mari kita bersama-sama membangun Desa Wangisagara menjadi lebih maju, harmonis, dan sejahtera.Sukses untuk semuanya, salam sehat selalu,” tutupnya.
Keberhasilan Asep Abdul Majid menorehkan tiga periode kepemimpinan di BPD Desa Wangisagara dinilai menjadi refleksi kuat atas dukungan masyarakat terhadap figur yang dianggap memiliki pengalaman, komitmen, serta kedekatan dengan warga.
Momentum ini diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat pembangunan desa berbasis kolaborasi, partisipasi masyarakat, dan semangat gotong royong.Tutupnya.’
(Redaksi)





