SulbarGolbalinvestigasinews – Kehadiran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar terus menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Mamasa. Tidak hanya memperluas akses permodalan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro, PNM juga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pendampingan usaha dan dukungan pendidikan bagi anak-anak nasabah. Jumat, 03/07/2026
Di tengah tantangan keterbatasan modal dan minimnya akses terhadap layanan keuangan, program PNM Mekaar menjadi salah satu solusi bagi masyarakat pelosok untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat adalah Lederika, nasabah PNM Mekaar Unit Mambi yang bergabung sejak Februari 2018. Sebelum memperoleh pembiayaan, ia menjalankan usaha warung sembako dengan stok barang yang sangat terbatas sehingga sering kali tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya.
“Dulu saya hanya memiliki sedikit barang dagangan. Banyak pelanggan datang mencari kebutuhan pokok, tetapi saya terpaksa mengatakan barangnya belum tersedia karena keterbatasan modal,” tutur Lederika.
Melalui pembiayaan yang diterima secara bertahap hingga mencapai Rp11,5 juta, usaha Lederika berkembang pesat. Warungnya kini memiliki stok barang yang lebih lengkap dan menghadirkan berbagai layanan tambahan seperti penjualan pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, hingga layanan pengisian saldo dompet digital.
Perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat di ssekitarnya
Manfaat program PNM juga dirasakan di bidang pendidikan. Anak Lederika yang saat ini duduk di kelas V sekolah dasar memperoleh bantuan beasiswa dari PNM sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan keluarga nasabah.
Bagi Lederika, bantuan yang diterimanya bukan sekadar modal usaha, tetapi menjadi jalan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“PNM membantu saya bangkit. Bukan hanya usaha yang berkembang, tetapi saya juga memiliki harapan agar anak saya dapat terus sekolah dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Kisah serupa dialami Kristina Imelda, Ketua Kelompok Mekaar Rante Koppe sekaligus nasabah PNM sejak 2017. Berawal dari usaha kecil yang menjual nasi kuning, kini usahanya berkembang menjadi warung makan dengan berbagai menu seperti ayam geprek, nasi campur, ikan goreng, dan aneka lauk lainnya.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, mengatakan PNM berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang inklusif hingga ke daerah terpencil agar perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam membangun usaha.
Menurutnya, pembiayaan yang diberikan selalu dibarengi dengan pendampingan agar usaha nasabah mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Selain akses modal, PNM secara rutin memberikan pelatihan mengenai kepemimpinan, budaya menabung, pemasaran digital dan konvensional, inovasi kemasan produk





