Gerakan Tanam Serentak MT III Digelar di Sampang, Antisipasi Tantangan Air dan Jaga Ketahanan Pangan
SAMPANG — Guna mengantisipasi tantangan cuaca sekaligus menjaga kestabilan pasokan pangan, jajaran sektor pertanian di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melaksanakan Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam III (MT III).
Kegiatan tersebut digelar pada Kamis, 17 September 2026, dengan lokasi tanam bersama dipusatkan di hamparan lahan pertanian milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Barokah Jaya, Desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.
Gerakan tanam serentak ini melibatkan berbagai unsur di tingkat kecamatan, di antaranya Forkopimcam Jrengik, Badan Penyuluhan Pertanian (BPP), petugas penyuluh lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pengurus dan anggota kelompok tani setempat.
Pelaksanaan MT III menjadi perhatian karena ketersediaan air umumnya mulai menghadapi tekanan seiring memasuki periode musim kemarau. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kegiatan tanam di Desa Asem Nonggal diarahkan pada optimalisasi sistem pengairan, termasuk pemanfaatan program pompanisasi lahan padi.
Selain pengelolaan air, petani juga didorong menggunakan varietas benih unggul berumur genjah yang dinilai lebih sesuai untuk kondisi dengan ketersediaan air terbatas.
Tanam secara serentak diharapkan dapat membantu petani mengatur pola tanam secara lebih terkoordinasi. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menekan risiko serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta meningkatkan indeks pertanaman (IP) di wilayah Kecamatan Jrengik.
Gerakan tanam MT III ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan pertanian yang masih dapat ditanami.
Sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan aparat kewilayahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Sampang.
Dengan percepatan tanam dan pengelolaan lahan serta air secara optimal, lahan pertanian diharapkan tetap produktif sehingga pasokan pangan masyarakat dapat terjaga.
Wartawan: Eko Zain
GLOBAL INVESTIGASI NEWS




