Bupati Bandung Dadang Supriatna, mengapresiasi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pacet yang memiliki kantor sekretariat megah dan representatif di Kompleks MWC NU Pacet, Kampung Salam nunggal, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet.
Gedung MWC NU Pacet dinilai menjadi ikon NU Kabupaten Bandung sekaligus simbol kolaborasi antara ulama dan umara dalam membangun umat.
“Gedung MWC ini menjadi ikon dan kebanggaan PCNU Kabupaten Bandung. Bahkan sampai ke tingkat ranting pun sekretariatnya sudah ada di MWC Pacet ini,” ujar Dadang Supriatna saat membuka Konferensi MWC Pacet ke-IV, Sabtu (15/2/2026).
Tak hanya bangunan fisiknya yang megah, Bupati juga mengaku menyaksikan langsung kekompakan dan soliditas jajaran pengurus MWC Pacet.
“Untuk MWC kecamatan lainnya silakan mengajukan pembangunan sekretariat, asalkan sudah memiliki tanahnya. Bagi yang sudah punya lahan, nanti kita dahulukan,” kata Kang DS.
“Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan sepakat bahwa Gedung Sekretariat MWC Pacet merupakan kebanggaan tersendiri.
“Betul memang, sebuah kebanggaan buat saya juga. Banyak yang bilang ke saya, kantor sekretariat MWC seperti Pacet ini sekelas gedung PCNU di daerah-daerah lain, alhamdulillah,” ungkap Kang Haji Cucun.
Namun demikian, Cucun menegaskan bahwa kebanggaan tidak hanya diukur dari megahnya gedung, melainkan dari kesiapan program kerja hasil Konferensi MWC Pacet.
Seluruh jajaran pengurus, dari tingkat MWC hingga ranting, diminta menyiapkan program kerja tahun 2026 yang dimulai dari hal kecil tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara, baik di tingkat daerah maupun pusat, sebagai landasan perjuangan organisasi agar terus tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan zaman.
Dalam rangka menyambut 1 Abad NU,
Cucun berpesan agar pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, NU harus mampu merespons pesatnya perkembangan teknologi informasi, termasuk kehadiran Artificial Intelligence AI.
“NU harus jadi pilot project. Jangan sampai ketinggalan dengan tantangan zaman dan perkembangan teknologi. Para santrinya harus memahami teknologi informasi, termasuk menguasai AI,” tandasnya.
Sebagai bentuk komitmen, ia tengah membangun perguruan tinggi NU yang berfokus pada penguasaan teknologi informasi dengan mahasiswa dari kalangan santri, sebagai bagian dari transformasi pondok pesantren menuju era digital. (*)




