Kabupaten Bandung — Penguatan literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga tentang bagaimana keluarga membangun pola hidup yang lebih baik.

Hal inilah yang ditekankan dalam kunjungan Bunda Literasi Kabupaten Bandung ke Kecamatan Pameungpeuk, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Pameungpeuk ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bandung, Drs. H. Yudi Abdurahman, M.Si., bersama Camat Pameungpeuk Agus Hindar Ruswanto, S.STP., M.Si., serta kader PKK dan pegiat literasi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Hj. Ema Detty Dadang Supriatna, dalam arahannya menyampaikan bahwa literasi kini memiliki makna yang lebih luas.
“Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tapi juga bagaimana kita memahami informasi, bijak menggunakan teknologi, hingga mampu mengelola kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak lebih sadar terhadap berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti:
Pentingnya membiasakan membaca sejak dini di lingkungan keluarga
Pemahaman gizi seimbang untuk mencegah stunting pada anak
Bahaya judi online yang dapat merusak ekonomi rumah tangga
Pentingnya pola asuh yang baik untuk menjaga ketahanan keluarga
Selain itu, warga juga diedukasi untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam mengelola sampah rumah tangga dengan cara memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkannya secara bijak.
Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah meningkatnya tekanan ekonomi keluarga yang berdampak pada tingginya angka perceraian, serta pentingnya peran keluarga dalam mencegah hal tersebut.
Para kader PKK, Posyandu, dan Bunda Literasi di tingkat kecamatan hingga RW diharapkan menjadi penggerak utama dalam menyampaikan edukasi ini secara langsung kepada masyarakat.
Kecamatan Pameungpeuk sendiri mendapat apresiasi karena dinilai aktif mengembangkan gerakan literasi hingga ke tingkat lingkungan terkecil, yaitu Rukun Warga (RW).
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana di rumah
—mulai dari membiasakan membaca, menjaga pola makan sehat, hingga membangun komunikasi yang baik dalam keluarga.
Dengan sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat, gerakan literasi diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial secara berkelanjutan.




