Aceh Singkil- 28 Februari 2026
Globalinvestigasinews
Objek wisata pesisir Pantai Cemara Indah (PCI) Gosong Telaga Selatan Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil kini sangat memprihatinkan.
Pasca diterjang gelombang pasang rob yang cukup parah sepanjang pada akhir tahun 2024 silam, berbagai fasilitas utama di kawasan tersebut rusak berat dan terkesan dibiarkan tanpa ada perbaikan berarti dari pihak pengelola maupun Pemerintah setempat.
Berdasarkan pantauan Media Ginws di lapangan, sejumlah fasilitas seperti Jalan gazebo, toilet umum, dan pedestrian di sebagian pinggir pantai PCI terlihat ambles dan hancur tergerus air laut.
Material bangunan yang rusak berserakan saat itu hingga kini, menciptakan pemandangan kumuh yang mengurangi daya tarik wisata.
Salah seorang pelaku usaha dikawasan PCI, (Aidil), mengungkapkan bahwa bencana rob telah terjadi berulang kali, namun respons perbaikan nyaris tidak ada.
“Sejak awal hingga akhir tahun 2024 pasang rob sering melanda pantai PCI, Pondok kami rusak parah.
Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan nyata, hanya kami para pedagang dilokasi PCI ini lakukan pembersihan seadanya.
Kalau dibiarkan seperti ini, pengunjung pasti takut dan enggan datang,” keluh Aidil.
Dampak dari minimnya perhatian pihak terkait, sehingga membuat para pedagang terpaksa membongkar lapak jualan dan mengamankan material yang ada untuk sementara.
Fasilitas yang ada sudah tidak layak digunakan, membuat wisatawan enggan berkunjung ke pantai PCI tersebut, apalagi akses jalan menuju lokasi wisata juga masih rusak dan berbelok akibat adanya gangguan bangunan Pemerimtah, yang biasa disebut Manggrop dan ditambah seringnya tergenang saat air laut pasang.
Pengunjung pun mengeluhkan kondisi tersebut.
Mereka berharap pengelola cepat bertindak, terutama dalam membangun Jalan untuk jangka pendek.
Namun untuk jangka panjang tanggul pemecah ombak sangat diharapkan dapat dibangun yang lebih kokoh.
“Sangat disayangkan, padahal pantainya bagus.
Tapi kalau sarana jalan dan tempat istirahatnya rusak parah, kenyamanan jadi hilang,” kata Anisa salah satu wisatawan yang berkunjung pada saptu (28/02/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan permanen di lokasi PCI tersebut terkesan dilakukan pembiaran.
Warga pedagang berharap ada tindakan nyata dari Dinas Pariwisata, agar objek wisata ini tidak benar-benar mati dan menjadi kawasan terbengkalai, disinyalir akan berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD).(*)
GINWS: Aceh Singkil




