KABUPATEN BANDUNG — Di tengah suasana hangat Idul Fitri, ratusan mahasiswa lintas kampus berkumpul dalam satu momentum yang tak biasa. Bukan sekadar halal bihalal, kegiatan yang digelar di Kecamatan Paseh, Kamis (26/3/2026), ini menjadi ajang konsolidasi akademik sekaligus penegasan kualitas generasi muda.
Didukung PAC Partai Demokrat Paseh,

Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti STIKINDO, STIE Gema, International Women University (IWU), hingga Universitas Cendekia Mandiri (UCM).
Mereka melebur dalam satu ruang
kebersamaan, melampaui sekat kampus dan latar belakang.
Namun, yang membuat kegiatan ini berbeda adalah penegasan standar akademik yang tegas.
Di bawah pembinaan Ketua Paseh, Bah Yayan, mahasiswa yang tergabung dalam program lintas kampus ini diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.
“Ini bukan hanya soal silaturahmi.
Kita ingin mahasiswa yang tergabung di sini benar-benar berkualitas.
IPK di bawah 3,00, mohon maaf, harus siap tersisih,” tegas Abah Yayan dalam sambutannya yang disambut serius para peserta.
Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa halal bihalal kali ini bukan sekadar tradisi tahunan penuh simbolik, melainkan ruang evaluasi dan komitmen bersama dalam menjaga integritas akademik.
Tak hanya itu, kehadiran Anwar, dosen pembimbing dari STIE Gema, semakin memperkuat pesan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat.
“Momentum Idul Fitri ini harus menjadi titik balik. Bukan hanya saling memaafkan, tapi mjuga memperbaiki diri—baik dalam prestasi belajar maupun sikap,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan cair.
Mahasiswa saling berjabat tangan, berbagi cerita, hingga berdiskusi ringan mengenai masa depan pendidikan dan peluang kolaborasi lintas kampus.
Dari ruang sederhana di Paseh, lahir gagasan besar tentang pentingnya jejaring dan solidaritas antar mahasiswa.
Dukungan PAC Partai Demokrat Paseh dalam kegiatan ini juga menjadi sorotan.
Keterlibatan elemen masyarakat dan politik dalam dunia pendidikan dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya generasi unggul.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi tidak harus menunggu level nasional atau kota besar.
Dari tingkat kecamatan, semangat perubahan itu bisa tumbuh dan memberi dampak nyata.
Para peserta pun berharap, halal bihalal lintas kampus ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
Lebih dari itu, mereka ingin menjadikannya lsebagai awal gerakan bersama—membangun generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan siap bersaing di masa depan.




