KABUPATEN BANDUNG — Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) menekankan pentingnya keseimbangan hidup bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui empat pilar utama, yakni kesehatan fisik, spiritual, sosial, dan finansial dalam kegiatan Siraman Rohani ASN, Senin (6/4/2026) di Gedung Moh. Toha, Soreang.
Menurut Kang DS, kesehatan fisik tidak hanya ditentukan oleh kondisi tubuh, tetapi juga dipengaruhi lingkungan tempat tinggal yang layak. Ia menyoroti masih adanya rumah tidak layak huni yang berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat, sehingga pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus mendorong perbaikan hunian serta peningkatan akses air bersih dan kebersihan lingkungan.
“Rumah tidak layak huni sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Karena itu, kami terus mendorong perbaikan rutilahu agar masyarakat bisa tinggal di lingkungan yang sehat dan layak,” ujar Kang DS.
Sebagai upaya penanganan, tahun ini Kabupaten Bandung ditargetkan mendapatkan bantuan 3.000 unit rumah layak huni dari pemerintah pusat, DPR RI dan DPRD, serta sekitar 4.730 unit dari pemerintah daerah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung kesehatan lingkungan.
Selain itu, Kang DS juga mengaitkan kesehatan fisik dengan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang harus menjadi budaya bersama, baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.
Pada aspek spiritual, Kang DS menegaskan pentingnya menjaga kebersihan hati. Ia menyebut siraman rohani sebagai sarana untuk memperbaiki diri agar terhindar dari sikap negatif yang dapat memengaruhi perilaku dan kinerja ASN.
“Kalau hati kita bersih, maka perilaku kita juga akan baik. Ini penting dalam membangun integritas ASN,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kang DS menekankan kesehatan sosial melalui peningkatan empati terhadap sesama, terutama setelah menjalani bulan Ramadan. Ia mengajak ASN untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan memastikan tidak ada masyarakat yang terabaikan.
“Jangan sampai ada tetangga kita yang kesulitan, sementara di sekitarnya ada ASN. Kita harus hadir dan peduli,” ujarnya.
Sementara itu, dalam aspek finansial, Kang DS mendorong ASN untuk memiliki kemandirian ekonomi melalui usaha produktif yang tidak mengganggu tugas utama. Langkah ini dinilai dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Di sisi lain, Kang DS juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk mendorong peningkatan status guru PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.
Melalui kegiatan ini, Kang DS berharap ASN Kabupaten Bandung mampu menjaga keseimbangan dalam kehidupan, sehingga dapat menjalankan tugas secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.




