CILEGON, – Global Investigasi News.com – Kepala SMPN 12 Cilegon, Hj. Masubaitillah S.Pd., M.M., mengapresiasi pelaksanaan Pentas Seni yang digelar di halaman sekolah SMP 12 Cilegon Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang digagas Komite Sekolah tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat kreativitas di tengah persiapan akademik.
Menurut Masubaitillah, kegiatan pentas seni tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga bagian dari upaya sekolah menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik siswa.
“Ke depan, jalur prestasi akan mempertimbangkan nilai dari TKA (Tes Kompetensi Anak). Kami sudah menyiapkan program TKA agar siswa-siswi kami bisa diterima di sekolah negeri dan terus berprestasi,”jelasnya
Ia menjelaskan, saat ini siswa kelas IX tengah menghadapi ujian praktik serta persiapan TKA sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, sekolah juga menggelar ujian tulis yang telah disosialisasikan kepada orang tua melalui Komite Sekolah.
“Ketika kami sampaikan kepada orang tua, Komite menyambut baik. Yang penting kegiatan ini dikemas dengan baik dan tidak merugikan orang tua,” tegasnya.
Pentas seni tahun ini mengusung tema “Membumi Budaya, Melangit Kreativitas”. Tema tersebut, kata Masubaitillah, mengandung makna bahwa siswa harus mengenal dan membumi dalam nilai-nilai budaya, sekaligus berani melangit melalui kreativitas dan inovasi.
“Di bumi ini banyak budaya yang harus kita jaga.
Sementara anak-anak kita harus melangit lewat kreativitas yang mereka miliki. Dengan kegiatan ini, kami melihat potensi seni mereka luar biasa,” katanya.
Beragam penampilan ditampilkan siswa, mulai dari tari tradisional, drama, hingga pembacaan ayat suci Al Quran. Antusiasme siswa dan dukungan orang tua terlihat memenuhi area kegiatan sejak pagi hari.
Lebih lanjut Masubaitillah menegaskan, sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun kualitas pendidikan. Kolaborasi antara sekolah dan Komite menjadi kunci suksesnya kegiatan tersebut.
Kami berharap dari kegiatan ini lahir bibit-bibit generasi muda yang berprestasi.
Fungsi otak kanan dan kiri harus berjalan seimbang. Tidak semua anak unggul di akademik, tetapi banyak yang luar biasa di nonakademik. Semua potensi itu harus kita fasilitasi,”tutupnya
(Abdulrohim)




