Ketika Daerah Aliran Sungai (Das) tak dapat lagi dimanfaatkan sejak beberapa tahun terakhir ini, akhirnya warga desa Sinunukan VI berharap kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sago Nauli dapat berikan bantuan sumur bor buat mandi dan mencuci pakaian.
Hasil keluhan beberapa orang warga Desa Sinunukan VI kepada awak media Gi news.com perihal kelangkaan air bersih dimusim panas (kemarau) yang berakibat keringnya air sumur warga desa dimana keluhan ini sama juga dengan warga desa tetangga mereka Desa Muara Pertemuan Kecamatan Batahan.
Awak media Gi news.com coba konfirmasi kepada kepala desa Sinunukan VI apa tanggapan dari kepala desa tsb atas keluhan warga mereka yang disampaikan kepada awak media, meski tak bertemu Kepala Desa (Asnawi) namun kaur desa Kasi Kesra xxxxx membenarkan pernyataan yang disampaikan warganya kepada awak media.
Kebutuhan air bersih memang di saat musim panas ini menjadi dilema bahkan untuk mandi ajapun sulit apalagi untuk mencuci pakaian jika dahulu kami di saat musim kemarau jika tidak ada air sumur kami pergi mandi dan mencuci di sungai Batang Batahan, namun 2 tahun terakhir ini sungai Batang Batahan tak lagi bisa digunakan akibat limbah dompeng dari para Penambang emas ilegal di hulu sungai,
Desa Sinunukan VI yang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit sudah dapat dipastikan kekurangan sumber air dari atas tanah (bumi) dikarenakan pohon sawit (akar) menghisap air 15 ltr perhari, maka jika datang musim kemarau sekitar ± ½ bulan (2 minggu) maka sumur warga kering.
Narasumber dari warga desa masing-masing 1. Hasibuan dan 2. Tobing meminta kepada kepala desa untuk membuat surat permohonan kepada PT. Sago Nauli berikan bantuan air bersih, bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar dari pihak perusahaan (CSR) karena sungai kami juga sudah lama tercemar limbah pabrik.
Izin saudaraku kirim nama lengkap




