Mandailing Natal 13/02/2026 Global Investigasi news.com Dampak tercemar nya air sungai Batang Batahan kini masyarakat sudah sulit dapatkan air bersih jangankan untuk minum untuk sekedar buat mandi dan mencuci pakaian aja sulit.
Masyarakat Desa Muara Pertemuan 90% yang menggunakan air sungai adalah sumber utama kehidupan bagi manusia terutama untuk minum, mandi dan mencuci kini tak lagi aman karena sudah tercemar oleh limbah galian tambang emas ilegal (Peti).
Sungai Batang Batahan adalah muara dari 3 sungai masing – masing 1. Sungai Batang Bangko, Sungai Batang Lobung dan Sungai Batang Batahan tak pernah lagi bersih akibat limbah lumpur sehingga air sungai keruh bahkan terlihat kental, akibat nya kepala desa sedikit repot untuk terus menjawab keluhan mereka.
Pada awak media Gi news.com Abdi Negara menjelaskan bahwa sudah bertahun tahun sungai ini tak lagi pernah bersih dan masyarakat benar benar sulit untuk mendapatkan air bersih berharap ada solusi saat ini, harapan kami kepada pihak penegak hukum untuk segera lakukan tindakan tegas terhadap para pelaku tambang emas ilegal di hulu sungai, “mereka para penambang dapat emas kami dapat cemas”.
Sekitar 3 Desa yang berada pada 2 kecamatan Sinunukan dan Batahan adalah Desa Airapa, Desa Banjar Aur Utara dan Desa Muara Pertemuan mayoritas masyarakat adalah pengguna air sungai, Batang Bangko, namun sekarang tak lagi dapat menggunakan air sungai tsb.
Awak media Gi news.com juga melihat langsung kondisi sungai Batang Batahan dan sungai Batang Bangko memang kondisinya sangat memperhatinkan berharap dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Mandailing Natal serta pihak Polres serta Polsek untuk benar-benar lakukan tindakan hukum yang jelas demi terjaganya Daerah Air Sungai yang bersih (MO)




