Bandung – Komitmen terhadap isu-isu mendasar rakyat kembali ditegaskan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Cucun Ahmad Syamsurijal, saat menggelar Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Gimnasium Sijalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (2/3/2026).
Kegiatan bertajuk
“Silaturahim Ramadan” itu dihadiri ribuan kader PKB dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Kehadiran mereka bukan sekadar menunjukkan soliditas partai, tetapi juga memperlihatkan kuatnya jaringan politik akar rumput di tengah dinamika nasional yang terus bergerak.
“Reses Bukan Formalitas, Tapi Forum Strategis.
Dalam sambutannya, Cucun menegaskan bahwa reses bukan agenda seremonial belaka. Ia menyebutnya sebagai ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen.
“Reses ini bukan hanya kewajiban konstitusional, tetapi ruang untuk memastikan perjuangan kita tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II, ia menekankan bahwa aspirasi tidak boleh dibatasi oleh siklus lima tahunan.
“Apa pun aspirasi masyarakat, sampaikan kepada kami. Aspirasi tidak hanya datang saat pemilu, tetapi harus terus diperjuangkan setiap saat,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi pesan kuat bahwa fungsi representasi DPR harus hadir secara konsisten, terutama dalam menjawab kebutuhan dasar publik.
Akses Kesehatan Jadi Sorotan.
Isu layanan kesehatan menjadi perhatian utama dalam dialog bersama kader dan masyarakat. Cucun mengakui masih adanya persoalan administratif dan pelayanan yang dirasakan warga, khususnya terkait BPJS Kesehatan.
Ia menegaskan pentingnya peran negara dalam memastikan masyarakat memperoleh akses kesehatan yang layak tanpa hambatan ekonomi maupun birokrasi. Pengawalan terhadap layanan kesehatan dinilai krusial karena menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Pendidikan Tak Boleh Terhenti.
Di sektor pendidikan, Cucun menyampaikan pesan tegas: jangan ada anak yang putus sekolah karena faktor biaya.
“Mulai dari SD, SMP, hingga SMA harus kita pastikan mendapatkan akses pendidikan. Program seperti KIP dan beasiswa harus tepat sasaran,” katanya.
Ia juga meminta kader di tingkat desa aktif mendata dan melaporkan jika ada anak yang terancam putus sekolah. Langkah ini dinilai penting dalam mendukung agenda nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Infrastruktur dan BSPS Dikawal
Tak hanya kesehatan dan pendidikan, pengawasan terhadap program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga menjadi sorotan. Cucun mengingatkan agar distribusi bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.
Sementara di bidang infrastruktur, ia menyatakan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan akses jalan dan fasilitas publik di wilayah Kabupaten Bandung yang masih membutuhkan perhatian pemerintah pusat.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Soliditas Jadi Modal Politik.
Menutup kegiatan, Cucun menyampaikan apresiasi atas kehadiran ribuan kader. Ia menegaskan bahwa kekuatan partai bukan diukur dari materi, melainkan dari semangat perjuangan kolektif.
“Bukan soal nilai, tetapi soal perjuangan. Ribuan kader yang hadir hari ini adalah bukti bahwa kita tetap solid dan siap berjuang bersama,” pungkasnya.
Reses ini menjadi lebih dari sekadar agenda legislasi.
Di tengah tantangan nasional, komitmen pengawalan terhadap infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan kembali ditegaskan sebagai prioritas, sekaligus menjadi pesan bahwa kehadiran wakil rakyat harus nyata dirasakan masyarakat.




