Mandailing Natal 18/03/2026 Global Investigasi news.com
Warga Desa Sinunukan IV Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal RT 08 jalur 8 Blok A yang dikenal atau disebut gang buntu sedikit lega karena dilakukan pengerasan jalan tanjakan.
Rabu 18/03/2026 saat awak media Gi news.com seperti biasa lakukan perjalanan dan menemukan sekelompok warga RT 08 sedang melaksanakan pengerasan jalan (Rabat Beton) sempat terbersit dalam hati ini adalah pembangunan dari sumber anggaran Dana Desa.
Awak media juga bertanya apakah penggunaan dana desa anggaran tahun 2026, namun dijawab oleh pekerja (warga) bahwa ini adalah swadaya dari seorang warga yang berdomisili di RT 07 jalur buntu, yang berinisial (T) kami bekerja yang seharusnya kami bergotong royong namun bapak tersebut tetap juga berikan uang saku kepada kami dijawab dengan tegas,
Kondisi jalan dengan kondisi bukit manis (tanjakan) namun penuh resiko bagi pengguna jalan dimana batu batuan sungai berserakan tak beraturan karena tidak di bomaks pengerasan, jika musim penghujan jalan licin karena jenis tanah tersebut (merah).
Sedikit berbeda dengan Jalur 04 pengerasan adalah swadaya dengan biaya dan dikerjakan secara gotong royong pernyataan salah seorang pekerja, yang juga warga RT 08 dimana jalur buntu tempat tinggal domisili kami memiliki 7 KK tapi kami sangat bersyukur tokoh masyarakat kami rela kucurkan dana untuk membangun jalan yang menanjak.
Hampir 30 awak media akhirnya ketemu bapak Triono (T) dan berbincang pada awak media perihal pembangunan jalan, rabat beton (semen), dan bertanya apa motivasinya maka dilakukan pembangunan jalan ini,.? beliau menjawab pertanyaan awak media bahwa ini adalah inisiatif saya sendiri karena menuju ujung jalan, sedikit bermasalah jika musim penghujan jalan licin serta berisiko tinggi bagi pengguna jalan dengan kendaraan roda dua.
Pengerasan jalan yang dikerjakan dengan panjang bangunan jalan sekitar 50 meter, tebal sekitar 15 cm, dan ketebalan semen (rabat beton) ± 15 cm, ketika awak media bertanya kembali pada pekerja apa perawatan jalan dengan cara melakukan pengerasan jalan apa tak pernah di ajukan saat musdes, mereka menjawab tidak pernah meminta untuk dilakukan pengerasan, karena KK dijalur kami cuma sedikit (7) KK (MO)




