Globalinvestigasinews.com.Dompu.NTB.
Gonjang-ganjing gabah petani tidak ada yang membeli masyarakat murka dengan menutup jalan umum. Belum seminggu warga Montabaru melakukan hal yang sama, dan malam ini giliran warga Kandai dua Kecamatan woja blokir jalan dengan membakar ban dan kayu, karena merasa kesal gabah petani tidak ada yang membeli sampai saat ini, Sabtu (4/4/26) sekitar pukul 21.45 Wita.
Warga tutup jalan bukan hal yang baru di Kabupaten Dompu tapi sudah menjadi kebiasaan sejak dulu sampai saat ini. Karena menutup jalan adalah cara yang ampuh agar pemerintah lebih cepat merespon, mendengar dan memperhatikan semua tuntutan masyarakat.
“Kami lakukan ini murni memperjuangkan hak para petani agar hasil pertanian atau gabah bisa di beli atau di serap oleh Bulog dan mitranya,” tutur warga sambil memblokir jalan.
Terkait hal ini Bupati Dompu Bambang Firdaus SE jangan tutup mata karena persoalan ini sangat serius dan penting untuk di tangani secepatnya. Apabila hal ini tidak di respon dengan cepat maka nasib dan derajat hidup petani semakin terpuruk.
“Kami minta Bupati BBF turun ke lapangan guna membuktikan jeritan hati petani karena gabahnya tidak ada yang membeli, baik dari pihak Bulog maupun swasta,” ujar Suratman wakil petani di Kandai dua.
Yang lebih kencang lagi suaranya perwakilan dari generasi muda, kami tidak mengemis uang pribadi Bupati Dompu tapi kami minta perhatian dan keseriusan untuk menangani persoalan gabah petani saat ini, karena Petani wajib di lindungi tapi bukan untuk di biarkan menjerit sendiri tanpa ada solusi yang kongkrit dan pasti dari Pemerintah Daerah.
“Bupati dan DPRD bisa duduk di kursi empuk karena petani, namun ketika sudah menikmati kursi jabatan lalu petani di lupakan dan membiarkan menjerit sendiri,” paparnya dengan tegas.
Akibat tutup jalan tersebut banyak pemotor dan kendaraan balik haluan dan mengikuti jalan tikus di tengah pemukiman warga, sedangkan petugas dari Polsek woja belum terjun ke lapangan.
Kata salah satu warga Kandai dua yang enggang di sebut namanya oleh awak media mengatakan, kami tak akan membuka jalan sebelum ada tanggapan dari pemerintah, kami butuh kepastian bukan untuk janji – janji cowa aza, ujarnya.
Kami minta agar Bulog wilayah Dompu dan Bima untuk turun langsung membeli gabah petani di sawah, sehingga gabah petani yang panen saat ini tidak akan rusak kwalitasnya.
Selain itu kami desak bupati Dompu agar turun tangan untuk mencarikan solusi terbaik agar gabah petani dapat di serap oleh bulog dengan standar yang di tentukan pemerintah, pintanya.
Saat berita ini di rilis jalan masih dikuasai masyarakat kandai dua dan arus lalin untuk sementara di alihkan ke cabang ginte menuju terminal, pungkasnya. Jurnalis, Rdw/ddo.




