KABUPATEN BANDUNG – Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling (Tarling) ke-7 Wilayah Pembangunan (WP) 6 Bupati Bandung tak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan. Di Masjid Al Hidayah Sutam, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Minggu (2/3/2026).
kegiatan ini menjelma menjadi panggung kolaborasi lintas lembaga dalam mempercepat pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Kehadiran Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Kapolresta Bandung Aldi Subartono membuat Tarling kali ini terasa istimewa. Sejumlah anggota DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama hingga ratusan warga turut memadati area masjid sejak sore hari menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh antusiasme.
Selain melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kegiatan juga dirangkaikan dengan santunan anak yatim yang didukung Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung.
Momentum Ramadhan pun dimanfaatkan sebagai ruang dialog pembangunan yang konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Cucun menekankan pentingnya kehadiran langsung pemimpin di tengah rakyat. Menurutnya, kebijakan yang tepat lahir dari pemahaman atas kondisi riil di lapangan.
Ia menyoroti program Rutilahu sebagai prioritas bersama karena menyangkut harkat dan kualitas hidup warga.
“Hingga saat ini, lebih dari 4.800 unit rumah di Kabupaten Bandung telah dibantu melalui skema Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), termasuk kolaborasi bersama Polda Jabar melalui Polresta Bandung.
Jangan sampai masih ada rumah tidak layak huni berdiri di tengah lingkungan yang sudah tertata baik,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, memaparkan capaian signifikan pemerintah daerah. Sejak menjabat, sebanyak 29.327 unit rumah telah direhabilitasi melalui berbagai skema pembiayaan dan kolaborasi.
Menurutnya, program Rutilahu bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas masyarakat.
“ni adalah kerja kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan DPR RI, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci percepatan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Safari Ramadhan ditutup dengan doa bersama serta penyerahan bantuan simbolis kepada penerima manfaat.
Kehadiran para pemimpin lintas lembaga ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, sekaligus menegaskan pesan bahwa pembangunan inklusif membutuhkan kehadiran nyata, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.
“Tarling ke-7 WP6 pun menjadi contoh bagaimana agenda keagamaan dapat bertransformasi menjadi ruang strategis konsolidasi pembangunan—menguatkan kolaborasi nasional demi kesejahteraan rakyat.




