Pulang Pisau – Global InvestigasiNews, 2 Mei 2026 Kunjungan kerja Fajar Riza Ulhaq ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan sektor pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di daerah.
“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, lanjutnya, telah melaksanakan berbagai langkah konkret, termasuk revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 67 kegiatan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan telah direalisasikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung program nasional penanggulangan kemiskinan melalui pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi yang disiapkan berada di Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir, dengan luas lahan mencapai 194.200 meter persegi, di mana sekitar 76.000 meter persegi akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
Dalam rencana tersebut, Pemkab Pulang Pisau juga telah menyiapkan skema rekrutmen siswa sebanyak 30 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Proses seleksi akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan tepat sasaran.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti pemerataan kualitas pendidikan, keterbatasan infrastruktur di wilayah terpencil, serta kebutuhan peningkatan mutu pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kunjungan ini, diharapkan tercipta dialog konstruktif antara pemerintah pusat, daerah, serta para pemangku kepentingan pendidikan.
Sinergi tersebut dinilai krusial dalam merumuskan kebijakan strategis demi mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membangun masa depan pendidikan nasional yang lebih baik, dimulai dari daerah.(Romi)





