Talud di Jalan Sinar Surya Kace Timur Ambruk, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab dan Kualitas Pembangunan
Bangka Belitung, GINEWSTV Investigasi.my.id – Talut yang berada di Jalan Sinar Surya RT 03 Dusun 01, Desa Kace Timur, Kabupaten Bangka, dilaporkan mengalami kerusakan dan ambruk sepanjang kurang lebih 10 meter. Kondisi tersebut menjadi sorotan warga setempat karena bangunan yang disebut baru berusia sekitar dua tahun itu dinilai belum memberikan fungsi maksimal dalam menahan abrasi di sepanjang aliran drainase (DAS) di kawasan tersebut.
Pantauan awak media pada Selasa (2/6/2026) menunjukkan bagian talut yang ambruk berada di titik yang memiliki arus aliran air cukup deras saat musim hujan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan talut tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter dan hanya dibangun pada satu sisi saluran.
Salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, BJ (42), mengatakan bahwa sejak awal masyarakat mempertanyakan konsep pembangunan talut yang hanya dilakukan pada satu sisi saluran.
“Memang benar talut itu dibangun hanya di satu sisi. Padahal arus aliran air di lokasi cukup deras. Menurut kami pembangunan seperti itu terkesan tanggung dan kurang memberikan manfaat maksimal. Kami juga bertanya-tanya mengapa tidak dibangun sekaligus pada kedua sisi saluran,” ujarnya.
Menurut BJ, kerusakan talut tersebut telah terjadi hampir dua bulan terakhir. Namun hingga kini belum ada upaya perbaikan yang terlihat di lapangan.
Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti nilai anggaran maupun sumber pendanaan proyek tersebut. Pasalnya, saat pekerjaan berlangsung, warga tidak melihat adanya papan informasi proyek yang biasanya dipasang sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
“Kami tidak tahu berapa nilai anggarannya dan dari mana sumber dananya. Saat pembangunan berlangsung, setahu kami tidak ada papan proyek yang dipasang,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Menurut mereka, pembangunan talut hanya pada satu sisi saluran dinilai kurang efektif untuk mengantisipasi erosi dan kerusakan akibat derasnya aliran air.
Selain mempertanyakan konsep pembangunan, warga juga meminta agar instansi terkait segera melakukan perbaikan terhadap bagian talut yang ambruk. Mereka khawatir kerusakan akan semakin meluas apabila tidak segera ditangani.
“Kami berharap pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, segera melakukan perbaikan. Jika dibiarkan terlalu lama, kami khawatir bagian yang ambruk akan semakin panjang akibat tergerus arus air,” ungkap seorang warga.
Sementara itu, awak media masih berupaya menelusuri informasi lebih lanjut mengenai proyek pembangunan talut tersebut, termasuk pihak pelaksana, sumber anggaran, serta langkah penanganan yang akan dilakukan oleh instansi terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berusaha menghubungi pihak pemerintah setempat dan instansi terkait untuk memperoleh klarifikasi dan tanggapan resmi mengenai kondisi talut yang ambruk tersebut.
(Andi F/GINEWSTV Investigasi.my.id)





