Sinunukan 1 Juni 2026.
Global Investigasi news.my.id
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila di SMA Negeri 1 Sinunukan tidak hanya menjadi ajang memperkuat nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga dimanfaatkan oleh unsur Muspika Kecamatan Sinunukan untuk membahas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, balap liar, hingga aktivitas tambang ilegal.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kantor SMA Negeri 1 Sinunukan tersebut dihadiri Camat Sinunukan, Kapolsek Batahan, para kepala desa, serta pihak sekolah. Dalam suasana penuh keakraban, para peserta berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa maupun lingkungan pendidikan.
Kapolsek Batahan, AKP Jaresman Sitinjak, SH, MH, yang baru sekitar satu bulan menjabat, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi adalah kunci utama. Semua pihak harus terlibat dalam menjaga Kamtibmas dan mengatasi kenakalan remaja. Kita tidak bisa bekerja sendiri,” tegas AKP Jaresman Sitinjak.
Dalam forum tersebut, Kepala Desa Sinunukan IV, Triatno, menyampaikan keprihatinannya terhadap penggunaan gawai yang berlebihan di kalangan pelajar. Menurutnya, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka yang terlihat sudah beristirahat di kamar pada malam hari, namun ternyata masih begadang hingga larut malam menggunakan telepon genggam.
Ia berharap pihak sekolah terus memberikan pembinaan dan arahan kepada para siswa agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta tidak menghabiskan waktu secara berlebihan dengan gadget.
Selain itu, Triatno juga meminta perhatian serius terhadap maraknya aksi balap liar dan penggunaan knalpot blong yang kerap mengganggu ketenangan warga pada malam hari, meski berbagai razia telah dilakukan dan sejumlah kecelakaan lalu lintas bahkan menimbulkan korban jiwa, aktivitas tersebut masih terus terjadi.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, AKP Jaresman Sitinjak SH MH mengungkapkan bahwa selama satu bulan bertugas sebagai Kapolsek Batahan, pihaknya telah berhasil menindak 15 orang yang terlibat dalam jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba yang dinilai menjadi akar dari berbagai tindak kejahatan.
“Pemakai narkoba sering kali mencuri untuk membeli narkoba, dan narkoba mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal. Karena itu, kita harus bersatu dan berkolaborasi memberantas narkoba sampai ke akarnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bintungan Bejangkar Baru, M. Yusuf Nasution, menyampaikan bahwa pemerintah desa telah mengambil langkah tegas terhadap sejumlah pelaku pencurian yang diduga berkaitan dengan kebutuhan membeli narkoba.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sekaligus upaya menjaga keamanan lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan dompeng juga menjadi perhatian. Aktivitas tersebut dinilai telah memberikan dampak buruk terhadap lingkungan, termasuk berkurangnya debit air dan mengeringnya sumur warga yang berada di sekitar lokasi tambang.
Menanggapi hal tersebut, Camat Sinunukan Abdi Putra Negara Pulungan SH MH menyatakan bahwa pihak kecamatan bersama instansi terkait akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas PETI guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pihak sekolah, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang bebas dari narkoba, kenakalan remaja, dan berbagai pengaruh negatif lainnya (MO).





