Kerinci ginewstvinvestigasiinews.com : Masyarakat di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan setelah seekor anjing yang diduga terjangkit rabies berkeliaran di beberapa desa dan telah menggigit sejumlah warga.
Dalam beberapa hari terakhir, anjing tersebut dilaporkan terlihat di Desa Tambak Tinggi, Desa Koto Tuo, dan Desa Semumu.
Akibat kejadian tersebut, beberapa warga menjadi korban gigitan.
Di Desa Koto Tuo, korban terdiri dari seorang nenek berusia 73 tahun yang mengalami gigitan pada bagian tangan, seorang ibu berusia 46 tahun, serta seorang anak berusia 11 tahun yang mengalami luka gigitan di bagian paha kanan.
Sementara itu, di Desa Semumu, seorang warga berusia 35 tahun juga menjadi korban. Sedangkan di Desa Tambak Tinggi, seorang anak mengalami gigitan pada bagian punggung tangan kanan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Puskesmas Depati Tujuh, Dr. H. Dedi Kurniawan, bergerak cepat dengan mengeluarkan surat rujukan bagi para korban untuk mendapatkan vaksin anti rabies di Rabies Centre.
Menurut Dr. Dedi Kurniawan, seluruh korban gigitan akan terus dipantau kondisi kesehatannya.
Setiap korban akan mendapatkan rangkaian suntikan vaksin rabies sebanyak empat kali sesuai prosedur penanganan medis.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap para korban.
Penanganan cepat dengan pemberian vaksin rabies sangat penting untuk mencegah risiko penularan penyakit rabies,” ujarnya.
Peristiwa gigitan tersebut terjadi pada Minggu sore menjelang waktu Magrib.
Berdasarkan informasi warga, anjing yang diduga rabies tersebut berwarna putih dan memiliki tali pengikat sapi yang masih terikat di lehernya.
Dr. Dedi Kurniawan juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan anjing liar yang masih berkeliaran. Bagi warga yang memiliki anjing peliharaan, diminta untuk mengikat dan memberikan vaksin rabies guna mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, masyarakat berharap adanya peningkatan upaya penyisiran dan pengawasan terhadap anjing yang diduga rabies tersebut, mengingat hingga saat ini keberadaannya belum diketahui secara pasti.
Warga, khususnya para orang tua, juga diminta untuk lebih mengawasi anak-anak saat berada di luar rumah dan menghindari kontak dengan hewan yang menunjukkan perilaku tidak biasa.
Apendi Yahya





