Kabupaten Bandung — Semangat kemanusiaan kembali digaungkan di Kabupaten Bandung. Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renny Rahayu Fauzi, S.H., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gerakan bersama sekaligus budaya hidup sehat melalui aksi donor darah bersama Yayasan Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (RedTI) Kita Sehati.

Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung di Imah Thalasemia pada Rabu pagi (10/6/2026) tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masih terbatasnya ketersediaan stok darah bagi para penyintas thalassemia, khususnya anak-anak yang harus menjalani transfusi darah secara rutin untuk mempertahankan kualitas hidupnya.
Sebelumnya, sejumlah orang tua penyintas thalassemia menyampaikan kekhawatiran terkait sulitnya memperoleh darah di saat kebutuhan transfusi meningkat. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, sebab bagi anak-anak thalassemia, darah bukan sekadar kebutuhan medis, melainkan penopang kehidupan yang harus tersedia secara berkelanjutan.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renny Rahayu Fauzi, S.H., turun langsung mengikuti donor darah sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa donor darah memiliki manfaat besar, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kesehatan pendonor.
Menurutnya, donor darah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, memperlancar sirkulasi darah, sekaligus menjadi bentuk solidaritas sosial yang sangat bernilai.
«“Alhamdulillah, setiap tetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi mereka. Mari kita jadikan donor darah sebagai kebiasaan baik. Tubuh kita menjadi lebih sehat, sementara saudara-saudara kita, khususnya anak-anak penyintas thalassemia, memperoleh harapan hidup,” ujar Renny penuh optimisme.»
Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk besar. Satu kantong darah yang didonorkan dapat membantu menyelamatkan lebih dari satu nyawa, terutama pasien thalassemia, korban kecelakaan, ibu melahirkan, hingga pasien penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi darah secara berkala.
Momentum aksi kemanusiaan pada Juni 2026 ini juga terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun REDTI ke-4 pada 2 Juni serta Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap 14 Juni.
Di tempat yang sama, Ketua Yayasan RedTI Kita Sehati, Hendi Resmawan, menyampaikan harapannya agar semangat kerelawanan masyarakat Kabupaten Bandung terus tumbuh demi membantu sesama yang membutuhkan.
“Melalui momentum ini kami ingin mengajak masyarakat agar tidak takut mendonorkan darah. Selain aman dan menyehatkan, donor darah adalah bentuk nyata kepedulian sosial. Setetes darah dapat menjadi harapan hidup bagi banyak orang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diingatkan bahwa donor darah memiliki banyak manfaat, di antaranya membantu regenerasi sel darah, menjaga kesehatan jantung, serta menjadi sarana pemeriksaan kesehatan sederhana bagi pendonor. Namun yang paling utama, donor darah adalah aksi kemanusiaan yang dapat menyelamatkan kehidupan orang lain.
Di tengah tingginya kebutuhan darah di Kabupaten Bandung, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting menjaga ketersediaan stok darah. Sebab pada akhirnya, kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat melahirkan manfaat besar bagi kemanusiaan.
“Setetes darah yang didonorkan hari ini, bisa menjadi harapan hidup bagi seseorang esok hari.”





