Kerinci ginestvinvestigasiinews.com : Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Direktorat Jenderal Perumahan terus memastikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berjalan tepat sasaran, transparan, dan bebas dari pungutan liar.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung target pembangunan 3 juta rumah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu daerah yang menerima manfaat program tersebut adalah Desa Koto Dua Lama, Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci.
Kepala Desa Koto Dua Lama, Umar Hadi, kepada Ginewstv Investigasi menjelaskan bahwa Pemerintah Desa mengajukan sebanyak 9 unit rumah sebagai calon penerima bantuan BSPS. Dari jumlah tersebut, 7 rumah dinyatakan memenuhi kategori calon penerima, namun setelah melalui proses verifikasi dan penetapan oleh Kementerian PKP, hanya 5 rumah yang disahkan sebagai penerima bantuan.
“Namun dari lima penerima tersebut, satu orang mengundurkan diri secara sukarela dengan membuat surat pernyataan karena tidak mampu menambah biaya di luar dana bantuan yang telah ditetapkan.
Sehingga pada tahun ini hanya 4 rumah yang menerima bantuan bedah rumah di Desa Koto Dua Lama,” jelas Umar Hadi.
Ia menerangkan bahwa setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp 20 juta per rumah.
Dari jumlah tersebut, Rp2,5 juta dialokasikan untuk upah tukang, sedangkan Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian material bangunan yang disalurkan dalam bentuk barang.
Umar Hadi juga membantah tudingan bahwa dirinya memiliki kewenangan menunjuk langsung penerima bantuan BSPS.
“Saya selaku kepala desa tidak memiliki wewenang untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan bedah rumah. Semua telah melalui prosedur dan standar operasional yang berlaku.
Penetapan penerima dilakukan berdasarkan hasil survei dan verifikasi oleh pendamping BSPS Kabupaten Kerinci di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Aprizal, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penambal ban itu mengatakan, sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumahnya sangat memprihatinkan.
“Sebelumnya atap rumah saya bocor dan dinding masih terbuat dari papan yang sudah banyak berlubang sehingga tidak nyaman untuk ditempati.
Alhamdulillah, berkat bantuan BSPS ini rumah saya menjadi lebih layak huni. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan,” ungkap Aprizal.
Program BSPS diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian yang layak, aman, dan sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Apendi Yahya




