JAWA BARAT — Calon tunggal Ketua DPD BUANA Indonesia Jawa Barat, Siska N. Humaira, SH., MKn., LLL, menegaskan pentingnya budaya dan penguatan karakter sebagai fondasi dalam membangun generasi muda di tengah derasnya digitalisasi dan modernisasi.bersamaan saat kunjungan Keraton Sumedang Larang ,Dengan Tokoh Akademisi Pendidikan H.Asep Ikhsan,SE,SPD.MM,.Rabu (26/8/2026).
Menurut Siska, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan jati diri. Generasi muda perlu memiliki ruang edukasi, pembinaan, dan konseling yang mendorong mereka mengenal sejarah, memahami budaya leluhur, serta membangun lingkungan pergaulan yang positif.
«“Generasi muda boleh mengikuti kemajuan teknologi, tetapi jangan sampai kehilangan akar leluhur. Kita harus tahu dari mana kita berasal agar tidak kehilangan arah dalam menentukan masa depan,” ujar Siska.»
Ia menilai budaya Sunda tidak sebatas tradisi, tetapi mengandung nilai kehidupan yang relevan dengan tantangan zaman, antara lain tata krama, etika, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Siska juga mendorong generasi muda untuk kembali mengenal warisan intelektual Sunda, termasuk Sanghyang Siksa Kandang Karesian, serta menerapkan nilai tata polah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menggunakan ruang digital.
«“Teknologi boleh semakin canggih, tetapi tata polah harus tetap dijaga. Kita boleh modern, tetapi jangan kehilangan jati diri,” tegasnya.»
Bagi Siska, pendidikan budaya dan karakter juga memiliki peran strategis dalam mencegah generasi muda terjerumus pada berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, ia mendorong pendekatan yang tidak hanya bersifat pencegahan, tetapi juga edukatif dan membangun kesadaran generasi muda melalui pengenalan sejarah, budaya, karakter, serta lingkungan sosial yang sehat.
Pesan Siska jelas: generasi muda harus mampu berjalan bersama kemajuan zaman tanpa tercerabut dari akar budayanya.
Baginya, budaya bukan penghambat modernisasi. Budaya adalah akar yang menjaga identitas, karakter, dan kekuatan generasi penerus bangsa.
Redaksi.




