ACEH SINGKIL – 17 Sept 2026
Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-41 Tahun 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di area apron Bandara Syekh Hamzah Fansuri, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, pada Kamis (17/9/2026).
Pemilihan lokasi ini dinilai simbolis, mengingat bandara menjadi salah satu gerbang utama konektivitas wilayah Aceh Singkil dengan dunia luar.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un Nst., selaku pembina upacara, dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai Dinas Perhubungan, perwakilan dari Unit Penyelenggara Bandara Syekh Hamzah Fansuri, pihak pelabuhan laut dan penyeberangan, serta perwakilan dari badan usaha mitra seperti PT Wira Jaya Logitama Lines, PT ASDP Indonesia Ferry, Perum DAMRI, dan pengelola terminal penumpang.
Mengusung tema nasional “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, peringatan tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum refleksi kolektif bagi para insan perhubungan dalam menghadapi dinamika dan tantangan transportasi modern.
Dalam amanatnya, Syam’un Nst. membacakan pidato tertulis Menteri Perhubungan Republik Indonesia yang menyentuh aspek fundamental dari profesi perhubungan, keselamatan.
Ia menekankan bahwa standar keselamatan tidak boleh berhenti pada tumpukan dokumen atau prosedur birokratis semata.
“Dalam transportasi, keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi.
Keselamatan adalah tanggung jawab moral, dan standar keselamatan harus hidup di lapangan,” kutip Syam’un dengan tegas.
Pernyataan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen terkait bahwa nyawa penumpang dan integritas infrastruktur adalah taruhannya.
Syam’un mengajak seluruh stakeholder untuk mengubah pola pikir dari sekadar “mematuhi aturan” menjadi “menghayati keselamatan” sebagai nilai inti dalam setiap operasional harian.
Aceh Singkil, dengan geografisnya yang memiliki daratan, lautan, dan udara, membutuhkan sinergi yang kuat antar-moda transportasi.
Syam’an mengimbau agar tidak ada lagi silo-silo kelembagaan yang bekerja secara parsial.
Ia menyerukan kolaborasi erat antara Dinas Perhubungan sebagai regulator, operator bandara, pelabuhan, hingga perusahaan angkutan darat dan laut.
“Kita mengajak semua insan perhubungan agar senantiasa peka, responsif, dan peduli atas kondisi di lapangan demi memberikan pelayanan prima serta jaminan keselamatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan ke depan bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap teknologi dan berorientasi pada pelayanan publik yang humanis.
Tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” diinterpretasikan oleh Dishub Aceh Singkil sebagai komitmen untuk membuka isolasi daerah melalui transportasi yang handal.
Dengan lancarnya arus barang dan jasa, serta mudahnya akses mobilitas masyarakat, diharapkan roda perekonomian di Aceh Singkil dapat berputar lebih cepat.
Peringatan Harhubnas kali ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja sepanjang tahun berjalan.
Berbagai masukan dari lapangan akan dijadikan bahan pertimbangan untuk penyusunan kebijakan transportasi yang lebih efektif di masa mendatang.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pimpinan Dinas Perhubungan dengan perwakilan operator transportasi untuk membahas isu-isu teknis terkini, termasuk pemeliharaan fasilitas umum dan peningkatan disiplin kerja aparatur.
Melalui semangat Harhubnas 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap dapat mewujudkan sistem transportasi yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga menjadi tulang punggung kemajuan daerah menuju masa depan yang lebih gemilang.(*)
(Tim Redaksi)




