Nias Sumut -Global -Drs. Faatulo Gulo dikenal panggilan sehari-harinya Ama Firman. Tidak asing lagi dengan sosok Ama Firman merupakan tokoh masyarakat Nias, tokoh budaya dan adat. Juga mantan pensiunan ASN (Purnabakti ), dan terakhir jabatannya Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Selatan.

Ketika wartawan media Global menghubungi Drs. Faatulo Gulo (Ama Firman) melalui sambungan telepon genggamnya, mengatakan bahwa saya sebagai ketua Konservasi Cagar Budaya HO di desa Lahemo, kecamatan Gido, kabupaten Nias.
Hal ini disampaikannya, Rabu (16/9/2026).
Lebih lanjut ketua Konservasi Cagar Budaya HO, Faatulo Gulo alias Ama Firman mengatakan bahwa tujuan kita adalah untuk melakukan pembugaran makam HO, serta lingkungannya.
Bukan manuver politik atau kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kepentingannya hanya untuk melestarikan Cagar Budaya HO.
Tujuannya lagi, agar semua keturunan HO diketahui oleh generasi.
Bersama semua unsur panitia, telah melakukan pembersihan tempat makam HO. Karena ini kedepannya bisa menjadi potensi objek wisata alam. Tentu manfaatnya bagi masyarakat setempat, bila selalu dijaga kebersihannya, maka membawa kesejukan secara alami kepada pengunjung. Dan lingkungan sekitar, mendukung pelaku UMKM.
Selain itu, Ama Firman menyampaikan bahwa pada hari ini ada pertemuan, dengan hal ; Penyatuan Pemahaman atau Usul Penetapan Nama CUADA HO, yang dilaksanakan di Aula Perkim kabupaten Nias.
Ia menyampaikan kesimpulan rapat pada hari ini, pertama ; bahwa masih diteruskan pembahasan FKP (Forum Komunikasi Publik) dalam waktu dekat sebelum penetapan nama Jalan dari Jalan Nasional Hiliweto Gido lewat desa Lahemo, desa Dekha, desa Siwalubanua, desa Sisarahili Ma’u, desa Balodano, desa Sifaoroasi, Hilifalawu, Soliga, jalan propinsi Huruna.
Ama Firman mengatakan bahwa tujuan kita agar nama CUADA HO ini segera ditetapkan berdasarkan ketentuan hukum, kalau sudah ditetapkan maka tidak ada lagi keraguan untuk dijadikan sasaran arah pembangunan kedepan.
(ArG).




