Jember – GINewsTv ~ Pemerintah Desa (Pemdes) Sidodadi menggelar tradisi Bersih Desa yang berlangsung dengan lancar, aman, dan sukses,” Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, kesehatan, dan keberkahan yang diterima masyarakat, sekaligus menjadi upaya melestarikan adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian kegiatan Bersih Desa Sidodadi diawali dengan kedatangan Kepala Desa Sidodadi Bpk Suyono bersama istri dan jajaran perangkat desa yang memasuki pendopo dengan mengenakan busana adat Jawa.
Kehadiran mereka turut didampingi para dayang, menambah nuansa budaya yang kental dalam prosesi tersebut.
Selanjutnya, Kepala Desa beserta rombongan menunggu kedatangan peserta arak-arakan Bersih Desa yang membawa berbagai gunungan hasil panen dari masing-masing dusun.
Arak-arakan peserta Bersih Desa yang membawa berbagai seserahan dan gunungan hasil bumi menuju Kantor Desa Sidodadi.
Kemeriahan terlihat sejak arak-arakan peserta yang membawa seserahan dan gunungan hasil bumi memasuki Kantor Desa Sidodadi.
Dan iring-iringan semakin semarak dengan iringan musik dari sound system yang menambah semangat para peserta dan menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute perjalanan.
Setibanya di pendopo, peserta menyerahkan seserahan dan gunungan-gunungan tersebut ke Kepala Desa Sidodadi diserahkan secara simbolis sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan keberkahan yang telah diterima masyarakat Desa Sidodadi
Pada prosesi tersebut, Kepala Desa tampil mengenakan busana adat Jawa dan didampingi oleh istrinya yang juga mengenakan pakaian adat, sehingga menambah kekhidmatan dan nuansa budaya dalam acara tersebut.
Acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, di antaranya tarian alam dan kesenian jaranan Samboyo yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pembagian gunungan hasil bumi. Setelah prosesi selesai, para pengunjung tampak antusias berebut isi gunungan yang dibawa peserta.
Tidak hanya itu, pada barisan terakhir tampil gunungan hasil bumi berbentuk buaya dengan panjang sekitar 4 meter yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Gunungan tersebut merupakan persembahan dari Dusun Jatirejo.
Saat memasuki halaman Kantor Desa Sidodadi, gunungan berbentuk buaya itu mengalami kesulitan karena ukurannya yang sangat besar.
Melihat kondisi tersebut, para peserta arak-arakan bersama warga dan penonton bahu-membahu membantu mengarahkan serta mendorong gunungan hingga akhirnya berhasil masuk ke halaman kantor Desa Sidodadi dengan aman.
Aksi gotong royong tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat dan semakin menambah semarak suasana tradisi Bersih Desa Sidodadi.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, hasil bumi dari gunungan dipercaya sebagai simbol keberkahan, sehingga banyak warga berharap memperoleh sebagian isinya.
Kehadiran warga yang memadati lokasi menunjukkan tingginya antusiasme dalam mengikuti tradisi tahunan tersebut.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan Bersih Desa juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Banyak pelaku UMKM memanfaatkan ramainya pengunjung untuk menjual berbagai produk kuliner, minuman, dan aneka dagangan lainnya sehingga turut meningkatkan perputaran ekonomi di Desa Sidodadi.
Suyono Kepala Desa Sidodadi saat ditemui di ahirnya acara ia mengatakan,” Pemerintah Desa Sidodadi mengapresiasi seluruh panitia, peserta, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan Bersih Desa dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan sukses,” tuturnya.
Diharapkan tradisi ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mempererat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal,”(Hd).





