Muaro Jambi, 30/02/2026 Globalinvestigasinews.com

Serapi rapinya menyimpan bangkai, lama kelamaan akan tercium juga, hal ini terungkap ketika Melati, Cempaka, Mawar dan Kenanga ( semua nama di samarkan ) menceritakan pengalaman pahit yang dialami akibat ulah tak senonoh ” RH” Guru Olah Raga di Sekolah Dasar Negeri 231/ IX Awin Jaya Kec. Sekernan Kab. Muaro Jambi yang hampir merenggut kesucianya, namun gagal tapi “RH” sempat melakukan perbuatan yang Amoral.
Dengan modus yang hampir sama yang dilakukan oleh RH terhadap para korbannya yang merupakan anak didiknya dan saat ini keempatnya sudah duduk di bangku kelas VI, dan kejadian ini berhasil di tutup rapat selama kurang lebih satu tahun silam.
Mawar menceritakan, ” Awalnya ketika ada kegiatan olah raga dan pada waktu persiapan Acara O2SN di sekolah, kami di panggil ke perpustakaan dan ruang UKS yang memang situasi dalam keadaan sepi, lalu kami di tanya tanya perihal haid, dan punya kami ( alat reproduksi wanita) dan sempat di suruh membuka pakaian bawah untuk menunjukkan punya kami dan juga baju bagian atas, dan dia (HR) lalu membuka bagian celananya dan menunjukkan alat kelaminnya dan menyuruh untuk memegangnya,” jelas Mawar yang diamini oleh ketiga temanya yang mengalami hal yang sama dan tak senonoh oleh guru olah raganya yang di ketahui telah beristri dan mempunyai anak.
Atas kejadian ini pihak sekolah menghindar dari pertanyaan wartawan, dan pihak sekolah mewanti wanti kepada wali murid dan siswa yang menjadi korban pelecehan seksual agar hal ini tidak di dengar sampa keluar, ” jangan sampai orang lain tahu, nama sekolah kita jadi buruk nanti,” jelas salah seorang wali murid menirukan pesan Kepala Sekolah.
Atas kejadian ini wali murid menuntut agar guru atau pelaku bermoral bejad di proses hukum, mengingat perlakuan tak punya Adab dan amoral ini akan membekas ke anak dan di pastikan mengalami Trauma pSikis sepanjang hidupnya, ” Kami selaku wali murid tidak terima atas hal ini, jangan cuma di pecat, ini harus di hukum supaya sadar akan kelakuannya,” jelas orang tua siswa yang menjadi korban pencabulan .
(Suryanto, Budi Global inews Jambi)





