Mandailing Natal 30/06/2026
Global Investigasi News.my.id
Turnamen Sepak Bola Kijang Cup II yang akan dimulai pada tgl 07/07/2026 di lapangan sepakbola Desa Sukadame dinilai menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali gairah persepakbolaan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal.
Kehadiran turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan atlet, pencarian bakat, dan mempererat tali persaudaraan antarpemain serta masyarakat yang di ikuti oleh 32 club sepak bola SE Pantai Barat Madina.
Arif Munandar Askab PSSI Madina memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana yang telah berkomitmen menyelenggarakan kegiatan olahraga sepak bola.
Menurutnya, Turnamen Kijang Cup II diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda atau kalender tahunan di Kecamatan Sinunukan.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan turnamen ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu pembinaan sepak bola di daerah sekaligus mendukung program PSSI dalam mencetak pemain-pemain muda berbakat,” ujar Arif Munandar saat berbincang dengan awak media.
Ia menilai, kebangkitan sepak bola di Sinunukan mulai terlihat. Setelah sebelumnya SSB Bina Putra Bintungan Bejangkar Baru dipercaya menjadi wakil Kabupaten Mandailing Natal pada ajang Grassroots Piala Presiden Provinsi Sumatera Utara U-12 Tahun 2026, kini semangat tersebut kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Turnamen Kijang Cup II.
Menurut Arif, turnamen ini menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan, mengasah keterampilan, serta membangun mental bertanding.
Selain itu, kompetisi seperti ini juga menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk melahirkan bibit-bibit pesepak bola baru yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Mandailing Natal di tingkat yang lebih tinggi.
Ia berharap Turnamen Kijang Cup II tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan pemain-pemain profesional yang dapat berkiprah di kompetisi regional maupun nasional.
“Semoga dari turnamen ini dapat melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu menjadi kebanggaan Mandailing Natal dan membawa prestasi bagi daerah. Mari kita jadikan sepak bola sebagai alat pemersatu masyarakat sekaligus sarana membangun generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi,” tutupnya (MO).





