
Batang Hari, 26 April 2026 – Dua jurnalis dari Global Investigasi News, Wan Subur dan Ujang, diduga menjadi korban kekerasan oleh sopir angkutan minyak hasil illegal drilling di wilayah Bungku, Bahar Unit 15, Kabupaten Batang Hari, Jambi.
Peristiwa tersebut terjadi saat keduanya tengah menjalankan tugas peliputan. Seorang sopir yang disebut sebagai pengangkut minyak ilegal milik pihak bernama Tanggang diduga bertindak arogan dan menyerang menggunakan tongkat besi.
Ujang mengalami memar pada siku tangan kanan setelah menangkis sabetan besi tersebut. Sementara Wan Subur mengalami luka lecet di bagian lutut serta trauma psikis setelah sempat dikejar oleh pelaku yang dalam kondisi emosi.
Tidak berhenti di lokasi kejadian, kedua wartawan tersebut mengaku masih dikejar hingga ke tempat penginapan mereka. Situasi semakin mencekam ketika pelaku disebut mengerahkan massa.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, lebih dari 50 sepeda motor mengejar kami. Kalau terlambat menghindar, mungkin kami tidak selamat,” ungkap Ujang.
Ia juga menyebut adanya aparat di lokasi yang tidak melakukan tindakan pencegahan.
“Terlihat seorang Babinsa di lokasi, namun hanya menyaksikan,” tambahnya.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Jambi Global Investigasi News menyatakan akan segera melaporkan kasus ini ke Polda Jambi.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan membuat laporan resmi ke Polda Jambi. Aktivitas ilegal seperti ini seolah kebal hukum,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak media mengaku telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terkait dengan aktivitas illegal drilling, termasuk dugaan adanya oknum aparat yang membekingi kegiatan tersebut. Namun, hal ini masih menunggu pembuktian lebih lanjut melalui proses hukum.
Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan terhadap jurnalis di lapangan, khususnya saat meliput praktik ilegal yang melibatkan kepentingan besar.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, termasuk hingga tingkat pusat, agar memberikan jaminan keamanan bagi insan pers serta menindak tegas pelaku kekerasan. *** Bersambung
(Tim Global Investigasi News Jambi)




