Jember – GINewsTv ~ Pembukaan Festival Kirab Budaya Sedekah Bumi Watu Pecah Ambulu ke-5 berlangsung meriah. Prosesi kirab diawali dengan pengawalan mobil patroli dan pengawalan (Patwal) Polsek Ambulu untuk memastikan rombongan kirab dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Pengawalan tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan selama kegiatan berlangsung, mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab. Kehadiran personel Polsek Ambulu bersama unsur pengamanan lainnya membantu mengatur arus lalu lintas serta menjaga ketertiban agar acara berjalan kondusif.
Barisan pertama dalam Festival Kirab Budaya Sedekah Bumi Watu Pecah Ambulu ke-5 dipimpin oleh Enys Kartika, S.Pd. selaku owner Sanggar Seni Kartika Budaya. Kehadiran mereka di barisan terdepan menjadi simbol pembuka kirab sekaligus menampilkan semangat pelestarian seni dan budaya daerah,” Sabtu (18/7/2026).
Dengan balutan busana adat yang menarik serta iringan musik tradisional, rombongan tersebut berhasil memukau masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab
Festival Kirab Budaya Sedekah Bumi Watu Pecah ke-5 berlangsung sangat meriah dengan penampilannya sanggar Seni Kartika Budaya dan wali murid.
Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta sebagai upaya melestarikan adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Kirab budaya yang menampilkan beragam kesenian tari tradisional, dan gunungan hasil bumi, ondel – ondel, Reog, serta paguyupan sepeda dayung kuno. “Terlihat” Di sepanjang rute kirab, masyarakat tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan kemeriahan acara.
Enys Kartika, S.Pd selaku owner di Sanggar Seni Kartika Budaya saat ditemui ia menyampaikan,” Festival Kaki Gunung Watu Pecah 2026 yang digelar Sanggar Seni Kartika Budaya pada 12–19 Juli 2026. Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-5 ini mengusung tema “Strategi Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata Berbasis Industri Kreatif.”
Kegiatan dipusatkan di kompleks Sanggar Seni Kartika Budaya dan Alun-alun Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.
Berbagai rangkaian acara digelar, mulai dari eksplorasi kawasan Watu Pecah, memancing bersama, Umbul Dunggo (doa bersama), pertunjukan jaranan dan reog, hingga sarasehan bersama pelaku seni dan budaya,” tuturnya.
Owner Sanggar Seni Kartika Budaya, Enys Kartika, S.Pd. menjelaskan,” bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, serta upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis potensi lokal,” terangnya.
Lanjut,” Festival tersebut juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Karena mampu menarik ribuan pengunjung selama pelaksanaan kegiatan.
Selain menjadi wadah berkesenian bagi sanggar-sanggar tari, festival ini diharapkan semakin memperkuat komitmen masyarakat dalam melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif.
Festival Sedekah Bumi Watu Pecah tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung turut meningkatkan omzet para pelaku UMKM yang menjajakan berbagai produk kuliner, kerajinan, dan hasil usaha lokal,” ujarnya.
Ia juga berharap, Festival Kirab Budaya Sedekah Bumi Watu Pecah 2026 dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat, menjaga kelestarian budaya daerah, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat potensi lokal dan sekaligus mempererat persatuan.
Tidak lupa Enys Kartika, S.Pd selaku owner di Sanggar Seni Kartika Budaya mengucapkan,” Terima kasih kepada Muspika Kecamatan Ambulu, aparat TNI-Polri, Limas,Rapi ( Radio Antar Penduduk Indonesia) dan tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh unsur pengamanan yang telah bekerja sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran kegiatan.
Berkat sinergi dan dukungan semua pihak, rangkaian Festival Kirab Budaya Sedekah Bumi Watu Pecah ke-5 yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Kartika Budaya dapat berlangsung dengan aman, lancar, tertib, dan kondusif,” terangnya.
Tidak hanya itu Sejumlah wali murid Sanggar Seni Kartika Budaya saat di temui ia mengaku merasa senang dan bangga atas terselenggaranya Festival Kirab Budaya Sedekah Bumi Watu Pecah Ambulu ke-5. Kegiatan ini dinilai menjadi wadah bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan seni tari sekaligus melestarikan budaya daerah,” tuturnya.
Menurutnya,” keikutsertaan anak-anak dalam festival tersebut memberikan pengalaman yang berharga, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.
Mereka juga mengapresiasi Owner Sanggar Seni Kartika Budaya dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan acara dengan tertib, meriah, aman, dan lancar,” terangnya.
Para wali murid berharap Festival Kirab Budaya Sedekah Bumi Watu Pecah dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan kemasan yang semakin baik sehingga semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pelestarian budaya Indonesia,” (Hd).





