Balai KB Kecamatan Bantaeng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Parang Labbua
.
Globalinvestigasinews.BANTAENG — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bantaeng melalui Balai KB Kecamatan Bantaeng menunjukkan kepedulian terhadap korban kebakaran dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga Dg. Moddin di Dusun Parang Labbua, Desa Kayu Loe Senin,(21/9/26).
Bantuan berupa uang tunai, beras, serta pakaian layak pakai tersebut diserahkan langsung oleh Koordinator Balai KB Kecamatan Bantaeng, Faisal, S.Sos., M.M., dan diterima oleh Dg. Moddin bersama keluarganya.
“Kami ikut prihatin atas musibah yang menimpa Dg. Moddin dan keluarga. Semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Faisal.
Kebakaran yang menimpa rumah Dg. Moddin pada 14 September 2026 mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Selain kehilangan tempat tinggal, sejumlah harta benda turut terbakar, di antaranya uang tunai yang diperkirakan mencapai Rp100 juta, dua unit sepeda motor, puluhan karung jagung, gabah, ternak kambing, perhiasan, serta sejumlah surat dan dokumen berharga lainnya.
Musibah tersebut juga mengakibatkan Maipa, istri Dg. Moddin, mengalami luka bakar pada bagian pergelangan tangan dan punggung saat berupaya menyelamatkan harta benda ketika kebakaran terjadi.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian dan kepedulian dari Balai KB Kecamatan Bantaeng menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga korban.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada keluarga Dg. Moddin untuk bangkit kembali setelah musibah yang dialami.
Dg. Moddin menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian, bantuan, serta doa yang diberikan oleh jajaran Balai KB Kecamatan Bantaeng.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Balai KB Kecamatan Bantaeng. Semoga apa yang diberikan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ungkap Dg. Moddin dengan penuh haru.
Kepedulian di tengah musibah menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih terus hidup di tengah masyarakat.(*)




