MANDAILING NATAL 10/07/2026 GLOBAL Investigasi news.my.id
Kondisi ruas jalan yang hampir tak dapat perhatian, Pemerintah Provsu jangan diam dan tutup mata dan telinga, kondisi ini sudah bertahun-tahun disampaikan baik pemberitaan dari media maupun reses anggota DPR.

Pemerintah Prov. S U. kembali didesak untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan provinsi yang menghubungkan Pulo Padang–Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal.
Kondisi jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer itu disebut semakin memprihatinkan dan dinilai tidak lagi layak dilalui.
Selama bertahun-tahun, masyarakat menilai penanganan yang dilakukan hanya sebatas tambal sulam, tanpa solusi permanen.

Akibatnya, kerusakan terus berulang dan semakin parah, terutama saat musim penghujan.
Warga menilai keluhan dan aspirasi yang telah berulang kali disampaikan seolah hanya dianggap angin lalu. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah nyata berupa rehabilitasi atau peningkatan jalan secara menyeluruh.
Ruas Jalan P.Padang_Sinunukan merupakan jalur vital yang menopang aktivitas masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal, jalan tersebut menjadi akses utama distribusi kebutuhan pokok, material bangunan, angkutan hasil perkebunan kelapa sawit milik masyarakat, hingga mobil tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO).
Buruknya kondisi infrastruktur jalan berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat.
Biaya operasional kendaraan meningkat akibat sering mengalami kerusakan, sementara waktu tempuh menjadi lebih lama sehingga menghambat distribusi barang dan hasil bumi.
Selain berdampak pada ekonomi, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Warga menyebut kecelakaan tunggal maupun tabrakan kerap terjadi akibat banyaknya lubang, badan jalan yang rusak, serta minimnya saluran drainase yang menyebabkan genangan air mempercepat kerusakan jalan.
Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi segera mengambil langkah konkret. Penanganan darurat seperti pengurukan, penambalan pada titik-titik kritis, serta pembangunan dan normalisasi parit pembuangan air dinilai harus segera dilakukan sembari menunggu perbaikan total.
“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat Pantai Barat. Jangan sampai kerusakan yang terus dibiarkan justru menghambat aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadikan perbaikan ruas Jalan Pulo Padang–Sinunukan sebagai prioritas pembangunan infrastruktur. Apabila tidak segera ditindaklanjuti, warga menyatakan akan melakukan aksi penyampaian aspirasi sebagai bentuk kekecewaan, termasuk rencana penanaman pohon di tengah badan jalan sebagai simbol protes terhadap lambannya penanganan pemerintah.
Warga menegaskan, mereka tidak lagi menginginkan perbaikan yang bersifat sementara. Yang dibutuhkan adalah pembangunan jalan yang berkualitas agar akses transportasi, pertumbuhan ekonomi, dan keselamatan masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal dapat terjamin dalam jangka panjang (MO)





