KENDAL– GLOBALNNESTIGASI GINEWS., Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal memfasilitasi Gelar Tradisi Pokdarwis Jenarsari Kampung Pesilat, Sabtu 11 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya melestarikan sekaligus mengembangkan objek pemajuan kebudayaan di bidang olahraga tradisional melalui seni pencak silat.
Pamong Budaya Disdikbud Kabupaten Kendal, Yuhan Cahyantara, mengatakan tradisi pencak silat tidak hanya menjadi olahraga tradisional, tetapi juga merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai sportivitas, humanisme, spiritualitas, dan patriotisme.
“Melalui Gelar Tradisi Pokdarwis Silat ini kami berharap tradisi pencak silat tetap lestari dan mampu memperkuat ketahanan budaya nasional,” ujar Yuhan.
Ia menjelaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga harus diwujudkan dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan demikian, generasi muda dapat mengenal sekaligus mencintai warisan budaya bangsa.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pencak silat merupakan warisan luhur bangsa yang mengajarkan nilai-nilai budi pekerti, kedisiplinan, serta persaudaraan.
“Desa Jenarsari sebagai Kampung Pesilat menjadi simbol kerukunan dan keberagaman. Mari kita jadikan momen ini sebagai ajang untuk menunjukkan bahwa pesilat PSHT adalah insan yang berbudi luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan,” kata Bupati.
Ketua PSHT, Supriyadi, menjelaskan bahwa Desa Jenarsari dikenal sebagai Kampung Pesilat. Karena itu, dalam Gelar Tradisi Pokdarwis tahun ini, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari seni pencak silat, karawitan, barongan dan lain sebagainya.
“Kebetulan mayoritas anggota Pokdarwis Jenarsari juga merupakan anggota PSHT. Karena itu kami menampilkan seni pencak silat, karawitan, dan berbagai kesenian lainnya sebagai bagian dari upaya nguri-uri budaya leluhur,” ungkapnya.
Menurut Supriyadi, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda. Melalui aktivitas positif di lingkungan pencak silat, kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi krisis moral dan mental di kalangan anak-anak maupun remaja.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan yang positif, sehingga budaya tetap lestari dan nilai-nilai persaudaraan terus terjaga,” pungkasnya.





