PULANG PISAU, Global InvestigasiNews,Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pada Minggu (30/8/2026), beredar sejumlah video melalui media sosial dan status WhatsApp warga yang memperlihatkan kobaran api cukup besar di sekitar kawasan Jembatan Nusa.
Dalam video yang direkam menggunakan telepon seluler oleh pengguna jalan, terlihat kobaran api berwarna merah menyala di sekitar kawasan tersebut. Perekam bahkan terdengar menyebut, “Jembatan Nusa menyala, menyala,” sambil memperlihatkan kondisi kebakaran dari jalur yang dilintasi kendaraan.
Informasi yang beredar menyebut titik kebakaran berada di wilayah Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, kawasan yang berada di jalur penghubung Palangka Raya menuju Banjarmasin dan sebaliknya.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi mengenai berapa luas lahan yang terbakar, penyebab munculnya api, maupun perkembangan terakhir penanganan di lokasi.
Namun, kebakaran di wilayah Jabiren Raya bukan persoalan baru. Sebelumnya, kawasan Tumbang Nusa dan sekitarnya juga menjadi salah satu titik perhatian dalam penanganan karhutla di Pulang Pisau. Pemerintah daerah dan unsur gabungan telah melakukan berbagai upaya pemadaman di kawasan tersebut.
Bahkan, pada 26 Agustus 2026, Polda Kalimantan Tengah mengungkap dugaan pembakaran di sejumlah titik di Kabupaten Pulang Pisau. Polisi mengamankan dua warga dan menyebut adanya dugaan pembakaran pada 12 titik di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir. Kasus tersebut masih dalam proses pendalaman penyidik.
Kondisi lahan gambut di wilayah Pulang Pisau juga menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Sebelumnya dilaporkan bahwa kawasan Tumbang Nusa memiliki lapisan gambut yang sangat dalam dan sumber air untuk pemadaman mulai berkurang, sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Api Terlihat dari Jalur Lintas
Munculnya kobaran api yang terlihat jelas dari jalur lintas tentu menjadi perhatian, khususnya bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Selain ancaman meluasnya kebakaran, asap yang ditimbulkan karhutla berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan apabila kondisi angin berubah dan asap bergerak menuju badan jalan.
Karena itu, masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila jarak pandang mulai terganggu asap.
Menunggu Keterangan Resmi Pemerintah
Redaksi masih menunggu keterangan resmi dari BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Pemkab Pulang Pisau, kepolisian, maupun instansi terkait lainnya mengenai kondisi terkini di Desa Tanjung Taruna.
Pertanyaan penting yang masih membutuhkan jawaban antara lain:
Berapa luas lahan yang terbakar?
Apa penyebab munculnya api?
Apakah titik api berada di lahan gambut?
Apakah kebakaran mengarah ke permukiman atau badan jalan?
Berapa personel dan peralatan yang dikerahkan?
Apakah diperlukan bantuan pemadaman dari provinsi atau pemerintah pusat?
Bagaimana kondisi asap dan jarak pandang di jalur Palangka Raya–Banjarmasin?
Apakah ada indikasi pembakaran secara sengaja?
Berapa jumlah titik api yang saat ini masih aktif?
Bagaimana langkah Pemkab Pulang Pisau untuk mencegah kebakaran kembali meluas?
Sampai informasi resmi diterima, video yang beredar di media sosial tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan luas kebakaran maupun penyebabnya. Verifikasi lapangan dan keterangan resmi dari petugas tetap diperlukan.
Karhutla di Pulang Pisau kini kembali menjadi sorotan. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman setelah api membesar, tetapi juga memperkuat pencegahan, patroli, pemantauan titik api, serta penegakan hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan.
Redaksi akan memperbarui informasi ini setelah memperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang.(Romi)




