KABUPATEN BANDUNG — Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik dan keterampilan kerja. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI), H. Asep Ikhsan, SE., S.Pd., MM., saat menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan SMK Wirakarya 1 dan 2 Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjadi Pribadi Berilmu, Beriman, dan Berakhlak Mulia dengan Meneladani Akhlak Rasulullah.”
Momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter dan nilai keagamaan bagi para peserta didik.
Menurut Asep Ikhsan, peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi ruang pendidikan untuk menanamkan keteladanan, moral, kebersamaan, tanggung jawab, serta semangat membangun masa depan generasi bangsa.
«“Anak muda harus memiliki akhlak dan karakter yang kuat serta dilandasi iman. Kemerdekaan harus diisi dengan pendidikan, kebaikan, dan kegiatan positif yang membangun masa depan generasi bangsa,” tegas Asep Ikhsan.»
Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Nilai
Asep Ikhsan menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari nilai rapor, kompetensi kejuruan, maupun kemampuan siswa memasuki dunia kerja.
Ilmu dan keterampilan yang diperoleh di sekolah, menurutnya, harus mampu membentuk pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, serta mampu menggunakan keahliannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
«“Generasi muda adalah penerus bangsa. Kita ingin mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat,” ujarnya.»
Ia menilai pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Karena itu, SMK harus menjadi tempat tumbuhnya peserta didik yang memiliki kompetensi sekaligus kepribadian yang kuat.
Pembentukan karakter, kata Asep, tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kegiatan keagamaan, sosial, kebersamaan, dan kreativitas siswa juga menjadi bagian penting dalam membangun mental, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.
Meneladani Empat Sifat Rasulullah
Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Asep Ikhsan mengajak para siswa menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya menanamkan empat sifat utama Rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Siddiq mengajarkan kejujuran, amanah membentuk sikap dapat dipercaya dan bertanggung jawab, tabligh mengajarkan keberanian menyampaikan kebaikan dan kebenaran, sedangkan fathanah menjadi teladan pentingnya kecerdasan dan kemampuan berpikir dalam menghadapi kehidupan.
Menurut Asep, kecerdasan dan keterampilan akan semakin bermakna apabila disertai akhlak dan nilai moral.
Ia berharap siswa SMK Wirakarya 1 dan 2 Ciparay mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai agama, moral, dan jati diri kebangsaan.
Semangat tersebut, lanjut Asep, sejalan dengan komitmen YPPGMI dalam mengembangkan pendidikan di lingkungan Wirakarya, yakni menghadirkan pendidikan yang tidak hanya kuat secara akademik dan vokasional, tetapi juga serius dalam membentuk karakter peserta didik.
Dengan perpaduan ilmu, keterampilan, iman, dan akhlak, SMK Wirakarya diharapkan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, hebat, dan mampu menghadirkan generasi berkarakter Pancawaluya.
Keteladanan Dibangun Melalui Kebersamaan
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMK Wirakarya tersebut diisi dengan Tabligh Akbar, doa bersama, serta lomba tumpeng antarkelas.
Tabligh Akbar dan doa bersama menghadirkan Ustaz AA Gemoy Bandung dan Da’i Asep Syaugi, SH., MA. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan SMK Wirakarya 1 Ciparay, Wahyudin, pimpinan SMK Wirakarya 2, Rizal Fatulrahman, serta jajaran guru, pembimbing, dan komite sekolah.
Sementara itu, lomba tumpeng antarkelas menjadi bagian dari pembelajaran karakter melalui pengalaman langsung.
Para siswa dilatih membangun kekompakan, bekerja sama, mengembangkan kreativitas, sekaligus bertanggung jawab.
Melalui momentum kemerdekaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW, YPPGMI bersama SMK Wirakarya 1 dan 2 Ciparay menegaskan bahwa pendidikan masa depan tidak cukup hanya melahirkan generasi yang cerdas dan terampil.
Lebih dari itu,
“pendidikan diharapkan melahirkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.Tutupnya.”
REDAKSI




