Mandailing Natal 16/05/2026 Global Investigasi news.my.id. Koperasi Produsen KUD HEMAT di wilayah Sinunukan IV terus berupaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui penambahan aset produktif berupa kebun sawit.
Langkah tersebut dilakukan oleh pengurus periode 2021–2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat pendapatan koperasi dan anggota.
Dari hasil penelusuran dan pengamatan awak media terhadap sejumlah koperasi plasma di Kecamatan Sinunukan, KUD HEMAT dinilai tetap mampu menunjukkan perkembangan yang cukup baik meskipun luas lahan yang dimiliki masih tergolong lebih sedikit dibanding jumlah penerima SHP (Surat Hak Pemilikan) yang ada.
Secara ideal, KUD HEMAT disebut seharusnya memiliki luasan kebun sekitar 1.650 hektare. Namun hingga saat ini, luasan tersebut masih belum juga terpenuhi dan masih terdapat kekurangan lahan yang cukup luas.
Meski demikian, pengurus koperasi terus berupaya menambah aset demi keberlangsungan usaha koperasi dan peningkatan ekonomi anggota.
Ketua Koperasi Produsen KUD HEMAT, Hamid, saat dikonfirmasi sejumlah awak media menjelaskan bahwa pihak koperasi baru-baru ini telah menambah aset berupa kebun sawit seluas kurang lebih 150 hektare di wilayah Desa Gunung Godang dan kawasan Desa Kapas II.
“Walaupun lahan milik masyarakat Transmigrasi Sinunukan IV masih jauh dari harapan dan belum mencukupi dibanding jumlah pemilik SHP, pihak koperasi tetap berusaha menambah aset yang nantinya juga menjadi aset bersama milik anggota,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, sejak berdirinya KUD HEMAT, koperasi tersebut memiliki beberapa areal kebun sawit dan kawasan perumahan anggota. Dalam perjalanan pengembangan usaha, pada tahun 2020 koperasi melakukan pembelian lahan baru seluas sekitar 150 hektare.
Untuk merealisasikan pembelian dan pembangunan kebun tersebut, koperasi melakukan pinjaman dana kepada perusahaan bapak angkat, PT Sago Nauli, dengan nilai sekitar Rp11 M. Selain itu, koperasi juga memperoleh dukungan pembiayaan dari pihak perbankan sekitar Rp 7,5 M dan dari pihak perusahaan PT Sago Nauli 4 Milyar guna mendukung pengembangan kebun baru tersebut.
Menurut pengurus koperasi, langkah penambahan aset itu dilakukan dengan tujuan meningkatkan hasil produksi dan pendapatan koperasi di masa mendatang.
Namun karena kebun yang baru dibeli masih dalam tahap perawatan dan belum menghasilkan, maka dibutuhkan biaya operasional tambahan.
Akibat kondisi tersebut, sisa hasil pendapatan yang diterima anggota untuk sementara waktu mengalami sedikit pengurangan.
Dikarenakan Hasil dari pembelian kebun yang baru masih dalam tahap extra perwatan penuh, guna untuk menunjang keberhasilan yang maxsimal, meski Kebun tersebut sudah menghasilkan 110 ton perbulan namun itu belum maxsimal dan masih ada sebagian kebun yg masih tahap perwatan..
Hal itu dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak koperasi dengan perusahaan bapak angkat, PT Sago Nauli, demi menjaga keberlangsungan pengembangan kebun baru hingga nantinya dapat menghasilkan secara maksimal.
Hasil dari pembelian kebun yg baru masih dalam tahap extra perwatan penuh guna untk menunjang keberhasilan yg maxsimal
meskipum kebun tersebut kini telah sudah menghasilkan 110 ton perbulan namun belum maxsimal semua masih ada sebagian yg masih tahap perwatan.
Namun demikian, pengurus KUD HEMAT sangat optimistis langkah investasi jangka panjang tersebut akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan anggota di masa depan serta memperkuat posisi koperasi sebagai salah satu koperasi plasma yang terus berkembang di Kecamatan Sinunukan.
Hasil dari pembelian kebun yg baru masih dalam tahap extra perwatan penuh guna untk menunjang keberhasilan yg maxsimal..
Kebun tersebut sudah menghasilkan 110 ton perbulan namun belum maxsimal semua masih ada sebagian yg masih tahap perwatan(MO).





