JEMBER – GINewsTv ~ Pemerintah Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, menggelar malam puncak rangkaian kegiatan Desa Sabrang tahun 2026 dengan pagelaran wayang kulit, sekaligus penyerahan hadiah kepada para peserta Karnaval Tingkat Desa Sabrang. Sabtu (5/9/2026)
Kepala Desa Sabrang, Zubairi Lutfi, saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit tersebut merupakan agenda terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan Pemerintah Desa Sabrang.
«“Kegiatan pada malam hari ini merupakan jadwal kegiatan atau kalender kegiatan Desa Sabrang yang terakhir, yakni pagelaran wayang kulit dari seluruh rangkaian kegiatan yang sudah kita jadwalkan mulai awal, terkait dengan hari jadi Desa Sabrang dan sebagainya. Kemarin tanggal 29/8/2026 adalah karnaval tingkat desa dan pada malam hari ini pagelaran wayang kulit sekaligus memberikan hadiah kepada peserta karnaval tahun 2026,” ujar Zubairi.»
Menariknya, pagelaran wayang kulit tersebut juga mengedepankan kearifan lokal. Pemerintah Desa Sabrang sengaja menghadirkan dalang yang merupakan putra daerah.
Zubairi mengatakan, Ki Dalang Sujito merupakan warga asli Desa Sabrang sehingga pihaknya tidak perlu mengambil dalang dari daerah lain.
“Dalam pagelaran wayang kulit tetap melakukan kearifan lokal, yaitu Ki Dalang Sujito asli masyarakat Desa Sabrang, sehingga kami tidak mengambil dari daerah mana pun,” jelasnya.
Selain wayang kulit, malam puncak tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan seni tari. Kesenian tersebut melibatkan sanggar seni tari yang berada di Dusun Jatirejo.
Menurut Zubairi, keberadaan sanggar tersebut tidak hanya menjadi wadah pertunjukan, tetapi juga menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar dan mengenal seni tari.
“Di Dusun Jatirejo ada salah satu sanggar seni tari yang juga mendidik anak-anak terkait dengan kesenian tarian. Sehingga pada malam hari ini sanggar tersebut ikut berpartisipasi dalam malam puncak di Desa Sabrang,” ungkapnya.
Jatirejo Tiga Kali Berturut-turut Juara Karnaval
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Sabrang juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Karnaval Tingkat Desa Sabrang yang telah berlangsung pada 29 Agustus 2026.
Dari keseluruhan peserta, Dusun Jatirejo kembali berhasil meraih juara pertama. Prestasi tersebut sekaligus mempertahankan gelar juara yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut.
“Juara satu tetap juara bertahan, yaitu Dusun Jatirejo. Dusun Jatirejo ini sudah tiga kali berturut-turut menjadi juara satu untuk karnaval tingkat Desa Sabrang,” kata Zubairi.
Sementara itu, juara kedua diraih peserta Artega dari Dusun Kebonsari, sedangkan juara ketiga diraih Bos Tahu yang juga berasal dari Dusun Kebonsari.
Apresiasi untuk Masyarakat
Zubairi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Sabrang yang telah memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Sabrang tidak akan dapat terlaksana tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat.
“Harapan kami yang paling utama adalah mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sabrang. Dari seluruh rangkaian yang kita laksanakan oleh jajaran Pemerintah Desa Sabrang, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.
Di sisi lain, Zubairi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Sabrang maupun warga Desa Tegalsari dan Sumberejo yang kemungkinan merasa terganggu dengan pelaksanaan karnaval pada 29 Agustus lalu.
Ia mengakui penggunaan sound system dengan spesifikasi cukup besar berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
“Atas nama Pemerintah Desa Sabrang, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sabrang dan Tegalsari serta Sumberejo. Mungkin sedikit terganggu adanya karnaval tingkat Desa Sabrang yang dilaksanakan tanggal 29/8/2026 kemarin, sehingga adanya sound system yang sekiranya speknya agak besar mungkin menggan
Mung
speknya agak besar mungkin menggan
Mungkin sedikit terganggu adanya karnaval tingkat Desa Sabrang yang dilaksanakan tanggal 29/8/2026 kemarin, sehingga adanya sound system yang sekiranya speknya agak besar mungkin mengganggu dan sebagainya,” ungkapnya.
Zubairi menegaskan, Pemerintah Desa Sabrang bersama panitia siap bertanggung jawab apabila dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat kerusakan maupun persoalan lain yang ditimbulkan.
“Kami tetap bertanggung jawab apa yang menjadi kerusakan dan segala sesuatu dari kepanitiaan ataupun Desa Sabrang,” pungkasnya.




