Politisi NTT Raih Gelar Magister Ilmu Pemerintahan, Direktur Pascasarjana UNPACTI Apresiasi
MAKASSAR, GLOBAL INVESTIGASI NEWS.TV — Politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Jemarang, S.IPem., M.IP., resmi menyandang gelar Magister Ilmu Pemerintahan setelah menyelesaikan pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Pancasakti (UNPACTI) Makassar.
Gelar tersebut diraih Jemarang dalam prosesi wisuda Universitas Pancasakti Makassar yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026.
Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Makassar, Dr. Anirwan, S.IP., M.Adm.KP., yang menilai keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan merupakan bagian dari komitmen dalam meningkatkan kapasitas akademik dan profesional.
Jemarang merupakan putra kelahiran Kas, Nusa Tenggara Timur, 1 Januari 1986. Di daerah asalnya, ia aktif dalam dunia politik dan saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur, NTT.
Di tengah aktivitasnya di dunia politik, Jemarang tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Momentum wisuda kali ini juga menjadi catatan tersendiri karena merupakan kali kedua dirinya mengikuti prosesi wisuda di Universitas Pancasakti Makassar.
Sebelumnya, Jemarang menyelesaikan pendidikan jenjang Sarjana (S1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pancasakti Makassar. Ia kemudian kembali melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang sama hingga memperoleh gelar Magister Ilmu Pemerintahan.
Usai prosesi wisuda, Jemarang menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi terhadap pelayanan akademik dan fasilitas yang diberikan Universitas Pancasakti Makassar.
«“Saya sangat bersyukur pada kesempatan kali ini. Ini adalah kali kedua saya diwisuda di Universitas Pancasakti Makassar, mulai dari S1 hingga S2 Magister Ilmu Pemerintahan,” ungkap Jemarang.»
Dorong Generasi Muda Lanjutkan Pendidikan
Sebagai seorang politisi yang aktif dalam kehidupan politik di NTT, Jemarang juga mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk tidak berhenti menempuh pendidikan pada jenjang sarjana.
Ia mengajak generasi muda yang memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Makassar, Dr. Anirwan, S.IP., M.Adm.KP., menjelaskan bahwa keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari komitmen Program Pascasarjana dalam membangun tata kelola akademik yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Menurutnya, tata kelola Program Pascasarjana tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar akademik, mulai dari pembelajaran, pembimbingan, penelitian hingga penyelesaian studi mahasiswa.
«“Bagi kami, kualitas tata kelola merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Program Pascasarjana. Tata kelola yang baik harus mampu menjamin proses akademik berjalan secara tertib, transparan, akuntabel, dan tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara keilmuan maupun profesional,” jelas Dr. Anirwan.»
Ia mengatakan, Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Makassar terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pembelajaran, peningkatan kualitas dosen, optimalisasi proses pembimbingan, serta pengembangan budaya akademik yang menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari ekosistem perguruan tinggi.
“Pendidikan di Program Pascasarjana bukan sekadar menyelesaikan sejumlah mata kuliah dan memperoleh gelar akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana proses pendidikan tersebut menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu melakukan kajian secara ilmiah, serta dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan,” tambahnya.
Dr. Anirwan berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menjawab berbagai persoalan pemerintahan dan pembangunan di daerah masing-masing.
“Kami berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi mampu membawa pengetahuan dan pengalaman akademiknya untuk menjawab persoalan pemerintahan dan pembangunan di daerah masing-masing,” pungkasnya.
Dengan diraihnya gelar Magister Ilmu Pemerintahan tersebut, Jemarang diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan akademiknya dalam aktivitas profesional maupun pengabdian kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
GINEWS
Saimin, S.S.




