Sejumlah Terduga Belum Ditangkap, IPMI Akan kawal dan Pertanyakan Keseriusan Polsek Bacan Barat Tangani Kasus Pengeroyokan dan Pemalakan
HALMAHERA SELATAN — Ketua bidang Humas Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari (IPMI) Aidil Naser mempertanyakan keseriusan Polsek Bacan Barat dalam menangani dugaan kasus pengeroyokan dan pemalakan yang terjadi di Desa Nondang, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.
Pasalnya, hingga saat ini disebut masih terdapat sejumlah terduga pelaku yang belum diamankan oleh pihak kepolisian. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan terkait perkembangan penanganan kasus yang telah dilaporkan.
Ketua Bidang Humas meminta aparat kepolisian agar menangani perkara tersebut secara serius, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami mempertanyakan keseriusan Polsek Bacan Barat dalam menangani kasus ini. Jika memang ada pihak-pihak yang berdasarkan hasil penyelidikan diduga terlibat, kami berharap semuanya diproses sesuai hukum,” ujar Aidil Naser.
Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan tidak boleh tebang pilih. Ia juga meminta pihak kepolisian memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
“Jangan sampai masyarakat mempertanyakan mengapa masih ada sejumlah terduga yang belum ditangkap. Kami berharap kepolisian memberikan kepastian dan menjelaskan sejauh mana proses hukum kasus ini,” katanya.
Aidil Naser menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah. Namun, menurutnya, masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara, terutama apabila laporan telah disampaikan kepada aparat penegak hukum.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Bacan Barat belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut, termasuk mengenai jumlah pihak yang telah diamankan dan pihak yang masih dalam proses penyelidikan.
Masyarakat dan keluarga korban berharap kasus dugaan pengeroyokan dan pemalakan di Desa Nondang dapat segera dituntaskan secara profesional dan transparan.
Kabiro/ Alimudin.




