LUBAI ULU, GLOBAL INVESTIGASI NEWS — Kehadiran tiga orang jurnalis asal Kecamatan Lubai Ulu dalam persiapan resepsi pernikahan anak Pak Sudaman di Desa Sumber Mulya menjadi gambaran bahwa insan pers tidak hanya berperan sebagai pencari dan penyampai informasi, tetapi juga merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Kehadiran para jurnalis tersebut sejak tahap persiapan acara menunjukkan kuatnya hubungan silaturahmi antara insan pers dengan masyarakat, khususnya tokoh masyarakat di wilayah Lubai Ulu. Mereka tidak hanya hadir ketika acara berlangsung, tetapi turut menyaksikan dan membantu persiapan menjelang hari bahagia keluarga Pak Sudaman.
Dalam kehidupan masyarakat pedesaan, kegiatan seperti ini dikenal dengan semangat rewang atau gotong royong. Tradisi tersebut mencerminkan kepedulian dan kebersamaan antarwarga dalam membantu keluarga yang sedang memiliki hajatan.
Bagi insan pers, keterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat juga menjadi bentuk dukungan moral kepada pemilik hajat. Kehadiran mereka di tengah kesibukan persiapan resepsi memperlihatkan adanya empati serta kepedulian terhadap berbagai momentum penting dalam kehidupan masyarakat.
Memperkuat Sinergi Pers dan Masyarakat
Kehadiran jurnalis di Desa Sumber Mulya juga dapat mempererat sinergi antara pers dan tokoh masyarakat. Hubungan yang dibangun melalui silaturahmi dan komunikasi langsung diharapkan menciptakan suasana yang positif, sehingga pers dapat menjalankan fungsi jurnalistik dengan tetap menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat.
Selain itu, terjun langsung ke tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami kehidupan warga dari dekat. Dengan demikian, jurnalis dapat lebih mengenal persoalan, budaya, serta dinamika sosial yang berkembang di tingkat desa.
Kedekatan dengan masyarakat bukan berarti menghilangkan profesionalisme jurnalistik. Sebaliknya, hubungan sosial yang sehat dapat menjadi jembatan komunikasi, selama insan pers tetap memegang teguh prinsip independensi, objektivitas, verifikasi, dan keberimbangan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi cerminan bahwa profesi jurnalis tidak harus menciptakan jarak dengan masyarakat. Insan pers juga dapat hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial, menjaga silaturahmi, serta ikut merawat nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.
Kehadiran tiga jurnalis asal Lubai Ulu dalam persiapan resepsi pernikahan anak Pak Sudaman di Desa Sumber Mulya akhirnya bukan sekadar menghadiri sebuah hajatan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan kemanusiaan, silaturahmi, dan sinergi antara pers dengan masyarakat.
(YADIN)
GLOBAL INVESTIGASI NEWS




