ACEH SINGKIL – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Daarurrahman Sepadan secara resmi membuka Tahun Ajaran 2026/2027 dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat, Sabtu (19/9/2026).
Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai awal aktivitas akademik, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul, berakhlak, dan adaptif terhadap zaman.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh civitas akademika, dosen, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua mahasiswa. Kehadiran Wali Kota Subulussalam, H. Rasid Bancin, bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren turut memberikan warna tersendiri, mencerminkan hangatnya silaturahmi dan sinergi antar-daerah tetangga dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., dalam amanatnya menekankan bahwa pembukaan tahun ajaran baru adalah momen krusial untuk “membuka jendela masa depan” bagi generasi muda Aceh Singkil. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk memandang pendidikan sebagai proses penanaman ilmu sekaligus pembentukan karakter.
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Mengadopsi Teknologi, dan Mentransformasi Pendidikan”, Bupati Safriadi menyoroti pentingnya keseimbangan antara akar budaya dan sayap teknologi.
“Tradisi adalah akar yang menguatkan pohon. Teknologi adalah angin yang membawa kita lebih jauh, dan pendidikan adalah cahaya yang menunjukkan arah perjalanan,” ujar Bupati dengan penuh metafora.
Ia mengingatkan para mahasiswa agar tidak sekadar menjadi penonton atau pengikut perubahan, melainkan agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks era digital, Bupati menegaskan bahwa teknologi harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti nilai-nilai fundamental.
“Teknologi harus menjadi jembatan untuk memperluas ilmu, bukan tembok yang menjauhkan kita dari nilai-nilai agama dan budaya. Bermimpilah setinggi langit, tetapi tetap berpijak di bumi,” pesannya.
Safriadi juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berilmu dan berdaya juang memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, ulama, dan masyarakat.
Ia berharap STIT Daarurrahman Sepadan dapat terus konsisten melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
“Kita tanam ilmu hari ini, kita tumbuhkan karakter, dan insyaallah kita akan memetik masa depan Aceh Singkil yang lebih maju, bermartabat, dan gemilang,” pungkasnya.
Dengan dibukanya tahun ajaran baru ini, STIT Daarurrahman Sepadan kembali mengukuhkan komitmennya sebagai pusat pendidikan yang memadukan kearifan lokal dengan kemajuan modern, demi mencetak kader pemimpin masa depan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
(Sumber: Kabag Infokom)




