Merangin, 02/09/2026 Globalinvestigasinews.com
Tampaknya tak perlu banyak komentar alias senyap senyap saja, ungkapan ini bukan tanpa alasan ketika awak media mengkonfirmasi terkait giat razia gabungan dari anggota Polres Merangin dan anggota Kodim 0420/Sarko, hal ini di ketahui bahwa dua unit alat berat Eksavator yang sedang lakukan kegiatan penambangan ilegal yang berada di lokasi tambang ketika di amankan di lokasi menjadi sorotan tajam masyarakat dan mata media di Merangin di karenakan setelah operasi dua alat tersebut hilang bak tertelan bumi pada Selasa 01/09/2026.
Menurut informasi yang di percaya bahwa alat tersebut ada ” anegosiasi Pembebasan ” setelah razia, dan informasi yang berhasil di himpun awalnya berhasil mengamankan dua unit alat berat yang diduga kuat digunakan untuk merusak alam dan sungai Merangin, Namun setelah razia di duga sebagai barang bukti (BB) bernilai miliaran rupiah tersebut mendadak hilang dari lokasi dan belum diketahui kemana di amankan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Merangin terkesan tertutup alias senyap, Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., saat hendak dikonfirmasi oleh awak media terkait status dan keberadaan barang bukti tersebut, belum memberikan respons.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Epy Koto, S.H., M.H. Saat dihubungi wartawan untuk di konfirmasi terkait hal tersebut belum memberikan jawaban.
Bungkamnya para petinggi Polres Merangin ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat dan para pemburu berita.
Publik mendesak adanya transparansi informasi dan penegakan hukum agar penanganan kasus mafia PETI di Kabupaten Merangin tidak menjadi blunder di kemudian hari, saling elak dan bungkam.
*Bersambung
(Fik_globalinewsjambi)




